MBG Dinilai Ladang Korupsi, Aktivis: Baiknya Ditiadakan
PALOPO,INDEKSMEDIA.ID – Menu Makanan Bergizi (MBG) awalnya sesuai harapan, kendati terdapat pro dan kontra dengah masyarakat.
Namun, makin kemari program Presiden RI tersebut kembali ramai diperbincangkan publik kali ini ditingkat Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Menunya dianggap tidak ada gisinya kemudian bagi anak-anak yang tidak hadir ke sekolah ada larangan dari pihak sekolah untuk tidak diwakili mengambil MBG.
Sejumlah tanggapan bermunculan, hingga MBG disebut sebagai ladang korupsi. Menanggapi hal tersebut aktivivis senior Tana Luwu, Yerti Ratu angkat bicara.
Menurutnya, MBG baiknya ditiadakan, sebab program yang katanya menampilkan makanan bergizi dinilai sama sekali tidak ada penempatan gizinya.
“Aturan baru di sekolah tidak bisa di wakili mengambil MBG-nya, informasinya biar tepat sasaran. Jadi bagaimana kalau tidk bIsa siswanya sendiri datang mengambil, apakah MBG-nya bisa tepat sasaran?. Pasti gurunya yang ambil dong, tanpa di sadari haknya siswa yang dimakan. Dari awal memng ini MBG hanya dijadikan ladang korupsi juga di sekolah untuk guru-guru ke enakan kebanyakan dari mereka membawa pulang kalau siswanya tidak hadir,” kata Yertin Ratu, mengutik laporan salah satu orangtua PAUD, Rabu (04/03/2026).
Srikandi yang dikenal vocal itu, memiliki pandangan tersendiri dengan program MBG. Dia melihat menunya tidak sebanding dengan gizi yang sebenarnya, sehingga muncul kesimpulan agar dihilangkan saja program tersebut.
“Iya mending tidak usah saja. Gizinya mana? atau berikan saja dananya pada orang tua masing-masing siswa untuk dikelolah. Lagian kalau siswa yang tidak hadir kemudian orangtua yang datang mengambil, lebih banyak ongkos ke sekolah ketimbang biaya dari MBG itu sendiri,” tegasnya.




Tinggalkan Balasan