Kronologi Pembuhuhan Sadis Penjaga Agen BRILink di Walenrang Luwu

Gie

LUWU, INDEKSMEDIA.ID – Video pengakuan pelaku pembunuhan penjaga agen BRILink di Walenrang, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan (Sulsel), viral di media sosial. Rekaman berdurasi 2 menit 10 detik itu memperlihatkan pelaku duduk dan menjelaskan secara runtut latar belakang persoalan ekonomi yang ia klaim menjadi pemicu hingga detail peristiwa yang berujung maut.

Berikut kronologi berdasarkan keterangan pelaku (Andarias Tandung)

Terlilit Utang dan Tekanan Ekonomi
Di awal pengakuannya, pelaku lebih dulu memaparkan kondisi finansialnya yang menurutnya sudah berada di titik tertekan. Ia menyebut memiliki tanggungan uang muka (DP) lemari dari sejumlah pelanggan yang belum bisa ia penuhi. Total pesanan disebut mencapai lima unit, sementara uang yang telah diterima tidak lagi tersedia untuk menyelesaikan pesanan tersebut.

“Karena banyak utang. Utang DP lemarinya orang, ada sekitar lima lemari mau dibayar tapi sudah tidak ada uang,” ujar pelaku.

Ia menjelaskan bahwa situasi tersebut membuatnya terus didesak oleh pembeli. Di sisi lain, kebutuhan rumah tangga juga belum tercukupi. Kondisi semakin membuatnya panik ketika istrinya berencana pulang kampung dalam waktu dekat, sementara biaya belum tersedia.
Dalam pengakuannya, pelaku mengaku sempat merasa putus asa dan berniat pergi ke luar kota untuk sementara waktu.

“Waktu itu, istri saya mau pulang ke kampung dan belum ada bahan ini. Itu mi saya pusing. Rencana mau ke Palopo dan tidak pulang ke rumah dulu,” katanya.

Niat Muncul Saat Melintas
Pelaku menegaskan bahwa aksi perampokan tersebut tidak direncanakan secara matang. Ia menyebut ide itu muncul secara spontan ketika dirinya melintas di depan agen BRILink tersebut pada siang hari kejadian. Saat itu, ia melihat korban sedang berjaga sendirian di dalam kios. Kondisi itulah yang memicu niat jahatnya.

“Pas saya lewat di depan link di situ, kepikiran ka karena saya lihat dia sendiri jaga di agen BRI Link jadi saya putar balik,” tuturnya.

Setelah memutar arah, pelaku mencari akses masuk dari bagian belakang bangunan untuk menghindari perhatian warga sekitar.

“Terus karena jalannya dari belakang lalu saya masuk,” lanjutnya.

Korban Berteriak, Pelaku Panik
Dalam pengakuannya, pelaku mengklaim semula hanya berniat mengambil uang lalu kabur tanpa melukai korban. Namun situasi berubah ketika korban menyadari keberadaannya sesaat setelah ia melangkah masuk ke dalam kios.

“Saya rencana cuma mau ambil berkas lalu lari. Tapi karena baru satu langkah masuk dia sudah berteriak,” ungkapnya.

Dalam kondisi gugup dan takut aksinya diketahui warga, pelaku mengaku langsung mengambil batu yang berada di sekitar lokasi dan memukulkannya ke arah kepala korban.

“Makanya saya langsung ambil itu batu baru saya pukul sebanyak tiga kali bagian kepala,” katanya.

Pukulan tersebut membuat korban tersungkur dan tidak berdaya di dalam kios.

Mengambil Brankas Berisi Uang
Setelah korban tidak lagi bergerak, pelaku kemudian mengambil brankas yang berada di dalam agen. Dalam rekaman pengakuannya, ia menyebut uang tunai yang dibawa kabur berjumlah sekitar Rp13 juta lebih.

Uang tersebut, menurutnya, akan digunakan untuk menutup utang dan memenuhi kebutuhan rumah tangga yang mendesak.

“Rencana uang itu untuk saya pakai bayar utang dan beli bahan,” ujarnya.

Sempat Pulang dan Kabur Setelah Viral
Usai melakukan aksinya, pelaku tidak langsung meninggalkan daerah tersebut. Ia justru kembali ke rumah dan menginap seperti biasa pada malam harinya.

Namun keesokan harinya, situasi berubah ketika ia mengetahui identitasnya telah tersebar di media sosial. Foto dirinya beredar luas dan menjadi perbincangan warganet. Merasa terdesak dan khawatir ditangkap, ia akhirnya memutuskan melarikan diri menggunakan sepeda motor.

“Nanti siang setelah lihat di Facebook ada foto saya dipajang jadi saya langsung lari pakai motor,” imbuhnya.

Diketahui asus perampokan disertai pembunuhan tersebut terjadi di Desa Lalong, Kecamatan Walenrang, Kabupaten Luwu, pada Rabu (18/2) sekitar pukul 14.00 Wita. Usai menerima laporan warga, aparat kepolisian langsung mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) untuk melakukan olah TKP dan mengumpulkan barang bukti. Korban kemudian dievakuasi ke rumah sakit guna penanganan lebih lanjut.

Setelah melakukan serangkaian penyelidikan dan memburu pelaku yang sempat melarikan diri ke luar daerah, aparat akhirnya berhasil mengamankan terduga pelaku di luar Provinsi Sulawesi Selatan.

Kasat Reskrim AKP Muh. Ibnu membenarkan penangkapan tersebut.

“Alhamdulillah terduga pelaku sudah berhasil diamankan. Terduga pelaku diamankan di Provinsi Sulawesi Utara,” kata Kasat Reskrim AKP Muh. Ibnu saat dikonfirmasi, Kamis (26/2/2026) malam.

Pelaku diketahui melarikan diri hingga ke Manado sebelum akhirnya berhasil diringkus aparat kepolisian. Saat ini ia telah diamankan dan menjalani proses hukum di bawah penanganan Polres Luwu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini

Maaf Untuk Copy Berita Silahkan Hubungi Redaksi Kami!