‘Bali’ di Palopo Makin Parah, Aktivis: Evaluasi Kasat Lantas

ANGGOTA Satlantas Polres Palopo, mengamankan motor yang dicurigai balapan liar di seputaran Masjid Jami Tua dan Istana Kedatuan Luwu, baru-baru ini.

PALOPO,INDEKSMEDIA.ID – Aktivis senior Tana Luwu, Yertin Ratu angkat bicara.
Itu terkait maraknya aksi Balapan Liar alias ‘Bali’ yang kerap dilakukan para kelompok remaja terutama malam jelang subuh di seputaran Masjid Jami dan Rumah Jabatan (Rujab) Wakil Walikota (Wawali) Palopo.

Tidak adanya tindakan tegas terhadap polisi, memunculkan polemik capaian kinerja Satlantas Polres Palopo dalam menegakkan undang-undang nomor 22 tahun 2009, tentang lalulintas dan angkutan jalan.

Jika Kasat Lantas tak mampu bersikap tegas dalam mengatasi Bali di Palopo, maka disarankan agar dilakukan evaluasi.

“Disaat kasus ini telah viral dimana-mana, polisinya kemana. Kan begitu. Mending, evaluasi menyeluruh,” bukan soal maraknya aksi Bali hingga kata Yertin, menanggapi Selasa (03/03/2026).

Menurutnya, adanya sistem taruhan pada kegiatan tersebut (Bali) sangat rawan menimbulkan perkelahian.

“Kalau sudah ada taruhan. Ujung-ujungnya berkelahi. Ini tidak bisa dibiarkan. Bagaimana Palopo mau aman kalau modelnya seperti ini,” terangnya.

Terpisahk, Kasat Lantas Polres Palopo, AKP Frans yang dikonfirmasi mengatakan, Kabag Ops telah membuat Surat Perintah (Sprin) untuk penambahan anggota dari Reskrim, Intel, Sabhara dan Polsek jajaran untuk membantu Pam cegah balap liar.

“Ditambah dengan Patroli Biru personil semoga semuanya itu bisa meredam aksi bali di Kota Palopo yang telah meresahkan masyarakat,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini

Maaf Untuk Copy Berita Silahkan Hubungi Redaksi Kami!