Dugaan Pelecehan Seksual Seret Nama Guru Besar di Palopo, Polisi Tunggu Hasil Psikolog

Gie

PALOPO, INDEKSMEDIA.ID – Penyidik Satreskrim Polres Palopo masih mendalami dua laporan dugaan pelecehan seksual yang menyeret seorang guru besar di Palopo, berinisial ER dan Pacar Korban. Proses penyidikan disebut telah memasuki tahap akhir sebelum gelar perkara, namun polisi masih menunggu hasil pemeriksaan ahli psikolog.

KBO Reskrim Polres Palopo, Ipda Maruf, saat dikonfirmasi pada Jumat (27/2/2026), mengatakan bahwa tahapan penyidikan saat ini belum bisa dinaikkan ke gelar perkara karena ada satu unsur penting yang masih ditunggu. Pemeriksaan psikolog terhadap korban menjadi bagian dari kelengkapan berkas sebelum kasus dipaparkan di Polda.

“Belum pi ada keterangan dari ahli psikolognya. Itu mami ditunggu baru kami gelarkan di Polda,” ujar Ipda Maruf.

Ia menegaskan, penyidik telah memeriksa seluruh saksi yang berada di lokasi kejadian untuk memperjelas konstruksi peristiwa. Saksi yang dimintai keterangan termasuk mereka yang berada di sekitar ruko saat korban disebut dalam kondisi tidak sadar.

“Sudah semua mi diperiksa saksi yang ada di TKP, yang laki-laki penjual galon, perempuan satu yang ada di TKP saat dibantu masuk ke dalam ruko, pak prof sudah dan korban juga sudah,” jelasnya.

Terkait pemeriksaan korban, polisi menyebut pemeriksaan dilakukan beberapa hari setelah laporan resmi dibuat. Pemeriksaan itu dilakukan setelah kondisi korban dinilai memungkinkan untuk dimintai keterangan secara langsung di kantor polisi.

“Sudah mi dari korban, hari keempat kalau tidak salah setelah melaporkan saat dia sehat dan datang di kantor. Sisa itu ji menunggu hasil dari ahli psikolog baru digelarkan di Polda karena dua kasus ini,” tambahnya.

Ipda Maruf juga mengungkapkan bahwa dalam perkara ini terdapat dua laporan berbeda yang masuk ke kepolisian. Selain laporan terhadap oknum profesor, ada pula laporan lain yang menyeret pacar korban.

“Dua dia laporkan, pacarnya juga satu ini pak prof satu. Kalau ini pacarnya ibunya korban yang melapor. Katanya di remas-remas dan ditusuk-tusuk bagian intimnya,” ungkapnya.

Untuk laporan yang melibatkan pacar korban, kejadian disebut terjadi di sebuah wisma sebagaimana tertuang dalam laporan yang dibuat oleh ibu korban. Penyidik memastikan bahwa terlapor dalam kasus tersebut juga telah diperiksa dan saat ini tinggal menunggu hasil pendalaman dari ahli psikolog.

“Kejadiannya kalau menurut laporan polisi ibunya di wisma. Sudah diperiksa juga pacarnya, sisa menunggu ahli psikolog juga,” tutupnya.

Diketahui, saat ini, kedua laporan tersebut masih dalam tahap penyidikan dan belum dilakukan gelar perkara.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini

Maaf Untuk Copy Berita Silahkan Hubungi Redaksi Kami!