Keadilan untuk Ririn: Mengenang Tragedi Pembunuhan Mahasiswi di Meja BRI Link Walmas Luwu

SUASANA di TKP Pembunuhan perampokan BRI Link di Desa Lalong, Kecamatan Walenrang Walmas, Kabupaten Luwu, beberapa hari lalu.

WALMAS,INDEKSMEDIA.ID – Sepekan terlah berlalu, tanda-tanda penangkapan pelaku pembunuhan dan perampokan mahasiswi gigih di meja BRI Link di Desa Lalong, Kecamatan Walenrang, Walmas Kabupaten Luwu, belum juga ada.

Insiden yang menewaskan Ririn (31) Rabu siang (18/2/2026), seolah menjadi peringatan bagi pekerja BRI Link lainnya, bahwa ancaman keselamatan jiwa selalu membayangi setiap langkah menuju conter Link.

Hingga kini masyarakat maupun keluarga almarhumah masih menanti keadilan untuk Si Gadis Cantik asal Bosso Kecamatan Walenrang Utara (Walut).

Siang itu, Ririn (31) menjalankan rutinitasnya seperti biasa, menjaga loket transaksi perbankan sambil sesekali mungkin memikirkan tugas kuliahnya di Universitas Cokroaminoto (UNCP) Palopo.

Namun, tak disangka siang itu menjadi hari terakhir bagi gadis yang dikenal pekerja keras ini.

​Sekitar pukul 14.00 Wita, suasana tenang di Dusun Pantilang mendadak berubah mencekam. Seorang saksi mata bernama, Reisa mengaku mendengar suara rintihan kesakitan yang menyayat hati dari arah kios.

Tak lama kemudian, sesosok pria berusia sekitar 30 tahun terlihat bergegas keluar dari pintu belakang BRI Link.

​Pelaku yang mengenakan jaket biru pudar itu tidak keluar dengan tangan kosong. Ia mengapit sebuah brankas biru dan membawa sebuah palu, lalu memacu sepeda motor matiknya menghilang di balik debu jalanan.

​Tragedi di Balik Meja Kasir

​Saat saksi masuk ke dalam kios, pemandangan memilukan tersaji. Ririn ditemukan dalam posisi tengkurap, bersimbah darah dengan luka parah di bagian kepala dan bawah telinga kiri. Diduga kuat, hantaman benda tumpul—mungkin palu yang dibawa lari pelaku—telah merenggut nyawanya.

Ia mengembuskan napas terakhirnya sebelum sempat mendapatkan pertolongan medis lebih lanjut di rumah sakit.

​Kehilangan di Mata Keluarga dan Kampus
​Kepergian Ririn menyisakan duka mendalam, tidak hanya bagi keluarga di Walenrang Utara, tetapi juga bagi rekan-rekannya di UNCP Palopo.

Di usia 31 tahun, Ririn masih bersemangat menempuh pendidikan tinggi sambil bekerja, sebuah bukti kegigihannya dalam memperbaiki masa depan.

​Kini, jenazah Ririn sudah tenang di alam sana. Di sisi lain, aparat kepolisian dari Polres Luwu dan Polsek Walenrang tengah berpacu dengan waktu.

Kasat Reskrim Polres Luwu, Iptu Muh Ibnu Robbani, hanya bisa berharap doa dari seluruh masyarakat agar terduga pelaku segera ditangkap.

​”Kami masih melakukan penyelidikan intensif dan memburu pelaku. Doakan kami terduga segera kami tangkap,” tegas Muh. Ibnu Robbani, Kamis (26/02/2026).

​Keadilan untuk Ririn ​

Kasus perampokan sadis di siang bolong ini menjadi pengingat pahit akan risiko keamanan bagi para penjaga agen perbankan di pelosok.

Masyarakat berharap pelaku segera tertangkap agar keadilan bagi almarhumah Ririn dapat segera ditegakkan.

​Dunia pendidikan Palopo kehilangan salah satu mahasiswi pejuangnya, dan keluarga kehilangan sosok tulang punggung yang berdedikasi. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini

Maaf Untuk Copy Berita Silahkan Hubungi Redaksi Kami!