Dua Kelompok Tawuran di Peda-peda Palopo Sepakat Damai

PALOPO,INDEKSMEDIA.ID – Bentrokan antar kelompok remaja yang terjadi jelang sahur pada Selasa (24/2/2026), di Kelurahan Ponjalae, Kecamatan Wara Timur, Palopo berhasil diselesaikan melalui proses mediasi (damai).

Sebelumnya tawuran terjadi sekitar pukul 02.30 Wita di kawasan Jalan Peda-peda, tepatnya di sepanjang Jalan Andi Tadda atau area setapak samping bengkel Yamaha.

Beberapa rumah warga menjadi sasaran serangan dari kedua kelompok yang bertikai, bahkan beberapa diantaran mereka membawa busur.

Pasca kejadian, tim yang terdiri dari Bhabinkamtibmas Kelurahan Pontap Aiptu Mulyadi dan Babinsa Serma Syahroni segera melakukan kunjungan ke rumah-rumah untuk menghimbau anak-anak yang diduga ikut terlibat tawuran.

Mereka juga mengajak kedua belah pihak untuk mengikuti proses mediasi setelah melaksanakan sholat tarawih.

Malamnya, pukul 21.30 Wita di rumah Babinsa Kelurahan Pontap, dipimpin langsung Kapolsek Wara AKP Syarief Sukati, kedua kubu sepakat menyudahi pertikaian dan berdamai satu sama lain.

Acara dihadiri oleh berbagai komponen masyarakat, antara lain Camat Wara Timur Andi Asnawi Nawir, lurah, babinsa, dan bhabinkamtibmas Kelurahan Pontap, serta ketua RW, RT, dan tokoh pemuda lokal (Tomas dan Toga).

Proses mediasi berjalan hingga sekitar pukul 23.00 Wita dan berakhir dengan hasil yang memuaskan.

Kedua belah pihak sepakat untuk mengakhiri konflik dan saling maaf-memaafkan, sekaligus memberikan komitmen tegas tidak akan mengulangi tindakan tawuran.

“Setiap pelanggaran yang terjadi di kemudian hari akan mendapatkan proses hukum yang sesuai,” tegas Kapolsek Syarief Sukati.

Selain itu, lanjut dia telah disepakati bahwa para pemuda akan mendapatkan pembinaan berkelanjutan dari tiga pilar masyarakat, ketua RT/RW, serta tokoh pemuda untuk membimbing mereka menjadi bagian yang produktif dalam masyarakat.

Disamping itu Purnawiran TNI Abd Risal, warga yang tinggal di sekitar lokasi kejadian, mengapresiasi langkah yang dilakukan oleh pihak terkait.

“Kita berharap kejadian seperti ini tidak terulang lagi, dan mediasi ini bisa jadi contoh bagi kasus serupa di wilayah lainnya,” ujarnya.(Andri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini

Maaf Untuk Copy Berita Silahkan Hubungi Redaksi Kami!