Revitalisasi Lapangan Gaspa Palopo Diduga tak Sesuai Ekspektasi
PALOPO,INDEKSMEDIA.ID – Aktivis mahasiswa Luwu Raya, Fery, melontarkan kritik keras terhadap hasil pengerjaan mega proyek revitalisasi Lapangan Gaspa di Kota Palopo, yang dinilai tidak sesuai dengan ekspektasi publik dan perencanaan awal. Proyek itu sempat disoroti oleh publik Kota Palopo.
Proyek tersebut diketahui bersumber dari bantuan keuangan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Selatan (Sulsel) melalui skema APBD Provinsi Sulsel tahun anggaran 2025 dengan total nilai Rp3,5 miliar. Anggaran itu disebut tidak hanya untuk revitalisasi lapangan, tetapi juga mencakup dukungan bagi pelaku UMKM di Palopo.
Namun menurut Fery, realisasi fisik di lapangan memunculkan tanda tanya besar.
“Kalau kita bandingkan dengan gambaran perencanaan yang sebelumnya beredar, hasilnya jauh dari ekspektasi. Masyarakat berhak tahu, apa memang seperti ini spesifikasi yang direncanakan sejak awal, atau ada penurunan kualitas dalam prosesnya,” tegasnya.
Ia menilai proyek yang menggunakan uang rakyat tersebut seharusnya memberikan hasil maksimal, baik dari sisi kualitas infrastruktur, estetika, maupun manfaat jangka panjang bagi masyarakat. Apalagi, Lapangan Gaspa merupakan ikon ruang publik dan fasilitas olahraga yang menjadi kebanggaan warga Palopo.
Fery juga menyoroti alokasi anggaran Rp3,5 miliar yang disebut turut diperuntukkan bagi bantuan UMKM, yang menurutnya, belum ada keterbukaan informasi yang jelas kepada publik terkait siapa saja penerima bantuan tersebut, dalam bentuk apa bantuan diberikan, berapa nominal yang diterima masing-masing pelaku usaha, serta bagaimana mekanisme dan kriteria penyalurannya.
“Ini uang rakyat. Tidak boleh ada relasi kuasa, tidak boleh ada praktik bagi-bagi berdasarkan kedekatan. Bantuan UMKM harus tepat sasaran, profesional, dan benar-benar diperuntukkan bagi yang membutuhkan,” ujarnya.
Ia menegaskan, ketidaktransparanan ini berpotensi menimbulkan kecurigaan publik, terlebih isu revitalisasi Gaspa saat ini telah menjadi bahan perbincangan dan perdebatan luas di tengah masyarakat.




Tinggalkan Balasan