Blokade Jalan di Walmas Dibuka, Wija To Luwu Sempat Menolak
PALOPO,INDEKSMEDIA.ID – Blokade jalan poros Walenrang Utara (Walut), ruas Bosso-Buntu Awo yang lumpuh total selama lima hari akibat aksi demonstrasi pemekaran Luwu Tengah (Luteng) menjadi Provinsi Luwu Raya, akhirnya dibuka, Selasa (27/01/2026).
Baik kendaraan roda dua maupun empat, sudah mulus melintas sejak pukul 19.30 Wita, tadi malam.
Awalnya, Wija To Luwu Sempat menolak membuka blokade jalan. Namun setelah dilakukan negosiasi yang berjam-jam, akhirnya disepakati membuka jalan dan bersama-sama melakukan pembersihan.
Aksi yang dimulai sejak Jumat (23/01/2026) membuat akses jalan tertutup total setelah 13 batang pohon pelindung ditebang Aliansi Wija To Luwu Menggugat.
Selasa sore (27/01/2026), pihak kepolisian melakukan negosiasi dengan masyarakat dan mahasiswa.
Nampak proses koordinasi dilakukan oleh mantan Kasat Intel Palopo AKP Idul.
Perwira tiga balok yang akrab disapa Doel, begitu percaya diri menghadapi Wija To Luwu, hingga akhirnya membuahkan hasil dan pendemo sepakat membuka blokade akses.
“Kita memahami aspirasi dari masyarakat dan mahasiswa terkait pemekaran. Namun, penutupan jalan yang berlangsung berhari-hari telah mengganggu aktivitas banyak orang dan berdampak pada kesejahteraan umum,” katanya.
“Melalui komunikasi terbuka dan sinergi antara semua pihak, kita berhasil menemukan titik temu untuk membuka akses kembali sambil tetap menghargai suara rakyat,” tambah Doel saat ditemui Rabu (28/01/2026).
Sebelum turun menemui para pendemo, Doel mengaku telah melakukan upaya koordinasi dengan berbagai pihak.
“Saya pribadi telah berkoordinasi langsung dengan berbagai elemen masyarakat dan pengurus mahasiswa,” ujarnya.
“Tujuan utama bukanlah untuk memaksakan kehendak, melainkan untuk mencari solusi yang bisa diterima semua pihak. Alhamdulillah, pada akhirnya kita bisa bekerja sama untuk membersihkan jalan raya ini,” tandasnya.
Diketahui pembersihan badan jalan yang melibatkan TNI, Polri, dan masyarakat dilakukan kembali pada pukul 18.30 Wita dan selesai dalam waktu satu jam, sehingga akses jalan dapat beroperasi normal kembali.(Andri)




Tinggalkan Balasan