Panitia Domino Piala Walikota Cup Palopo Diduga Ada Permainan, Peserta Kecewa
PALOPO,IMDEKSMEDIA.ID – Baru kali pertama, turnamen domino cup di Kota Palopo, menjadi bulan-bulanan peserta. Betapa tidak, ada dugaan panitia (penyelenggara) melakukan permainan kotor dalam turnamen yang mengatasnamakan Walikota Palopo tersebut.
Itu terlihat jelas dirawut wajah para peserta yang dipenuhi rasa kecewa yang begitu mendalam usai melakoni turnamen tersebut, Sabtu dan Minggu (24-25/1/2026) di Pelataran Lapangan Pancasila Palopo.
Acara yang diikuti oleh peserta dari berbagai daerah di Sulawesi bahkan luar Sulawesi ternyata menyimpan sejumlah permasalahan yang membuat mereka merasa tidak puas.
Sukardi, salah satu peserta yang datang dari luar daerah Palopo, mengungkapkan keterangan kepada awak media pada Senin (26/1/2026).
“Saya sangat kecewa dengan bagaimana panitia menjalankan acara ini. Panitia tidak konsisten menjalankan aturan yang sudah tercantum di PORDI yang seharusnya menjadi landasan utama dalam pelaksanaan pertandingan. Bahkan, pengawas pertandingan yang kadang ditugaskan untuk mengawasi jalannya permainan dari dalam tenda tidak paham juknis yang sudah ditetapkan, sehingga sering terjadi kesalahpahaman di lapangan,” tegasnya.
Tak hanya terkait aturan dan pengawasan, Sukardi juga mengungkapkan kekhawatirannya terkait proses pembuatan bagan pertandingan yang dinilai kurang profesional.
“Bagan pertandingan dibuat secara tulisan tangan pada sistem gugur, sangat tidak transparan. Kita sebagai peserta tidak bisa memastikan apakah pembagian babak sudah dilakukan dengan adil atau ada unsur kecurangan di dalamnya,” tuturnya.
“Selain itu, kelengkapan sarana dan prasarana juga sangat kurang memadai. Perlengkapan tidak siap saat pertandingan akan berlangsung, ada kekurangan kursi untuk peserta dan pendukung, bahkan terkadang kita harus mencari tempat duduk sendiri di sekitar lapangan,” tambahnya.
Yang paling membuatnya dan beberapa peserta lainnya merasa tidak nyaman adalah jadwal pertandingan yang tidak sesuai dengan yang telah diumumkan sebelumnya.
“Waktu pertandingan terus diundur-undur tanpa pemberitahuan yang jelas. Kadang kita harus menunggu berjam-jam hanya karena panitia belum siap atau ada penyesuaian yang tidak jelas alasannya,” ujar Sukardi.
Ia juga menyampaikan perjuangan yang harus ditempuh untuk bisa hadir di acara tersebut.
“Kita ini dari luar daerah, perjuangan kami untuk sampai ke Palopo tidak mudah karena harus lewat jalan pintas dikarenakan pemblokiran jalan akibat isu demo. Tapi itu tidak membuat semangat kami sebagai pecinta domino patah,” katanya.
“Kegagalan Domino Walikota Cup kali ini bisa dijadikan bahan pembelajaran bagi teman-teman semua pecinta domino di seluruh Indonesia dalam menyelenggarakan event sejenis di masa depan,” pungkasnya.(Andri)





Tinggalkan Balasan