Blokade Trans Sulawesi Berlanjut, Pejuang DOB Desak Kepala Daerah Luwu Raya Temui Mendagri
PALOPO, INDEKSMEDIA.ID – Blokade Jalan Trans Sulawesi di wilayah Luwu Raya masih terus berlanjut hingga. Aksi unjuk rasa menuntut pemekaran Provinsi Luwu Raya yang telah memasuki hari keempat itu belum menemui titik temu antara pemerintah dan massa aksi, sehingga aktivitas masyarakat dan distribusi ekonomi ikut terdampak.
Menanggapi kondisi tersebut, Bayu Purnomo, salah satu pejuang Daerah Otonomi Baru (DOB) Luwu Tengah, menilai pemerintah daerah harus segera keluar dari sikap pasif dan mengambil langkah konkret di tingkat pusat.
“Empat kepala daerah, bupati, wali kota, ketua dprd se Luwu Raya harus segera ambil sikap tegas. Langsung ke Jakarta temui Mendagri bahas situasi darurat di Luwu Raya,” kata Bayu Purnomo, Senin, (26/1/2026).
Bayu menegaskan, pembiaran terhadap kondisi yang berlarut-larut hanya akan memperparah dampak sosial dan ekonomi yang dirasakan masyarakat luas.
“Kalau dibiarkan terus begini kasihan juga masyarakat, ekonomi kita tersendat. Perjuangan harus terus jalan tapi langkah pemerintah harus segera nyata dan tegas. Tidak bisa diam begini,” tegasnya.
Lebih lanjut, Bayu memandang aksi yang dilakukan mahasiswa dan masyarakat merupakan ekspresi kegelisahan rakyat yang berharap pemekaran Provinsi Luwu Raya dan Kabupaten Luwu Tengah segera terealisasi. Namun menurutnya, perjuangan tersebut membutuhkan dukungan langsung dari elit pemerintahan agar tidak berujung buntu.
“Saya yakin perjuangan ini sudah didukung oleh masyarakat Luwu Raya secara luas tapi kita minta pemerintah empat daerah jangan diam. Segera ke Jakarta temui Mendagri dan Presiden kalau bisa. Sampaikan situasi darurat,” jelasnya.
Selain mendesak kepala daerah, Bayu juga menyoroti peran elit politik asal Luwu Raya di tingkat nasional. Ia meminta kader dan tokoh partai yang memiliki akses ke pemerintah pusat untuk turut mengambil peran aktif dalam memperjuangkan aspirasi masyarakat.
“Kita bisa lewat jalur tol, ada anggota DPR RI Unru Baso dari Gerindra, katanya dekat Prabowo, coba itu dilakukan pendekatan. Apakah kalian tidak kasihan lihat perjuangan masyarakat saat ini bersama mahasiswa,” tutupnya.





Tinggalkan Balasan