Silatnas WTL II dan Seminar Nasional di Warnai Demo Pemekaran Provinsi Luwu Raya
PALOPO,INDEKSMEDIA.ID – Silatnas 2026 dan Seminar Nasional Masa Depan Luwu Raya yang digelar di kantor Walikota Palopo pada Selasa (20/1/2026) diwarnai aksi unjuk rasa yang dilakukan oleh Aliansi Wija To Luwu, Ikatan Pelajar Mahasiswa Indonesia Luwu (IPMIL) Raya.
Dalam aksi tersebut, terlihat spanduk bertuliskan penolakan terhadap kedatangan Gubernur Sulawesi Selatan.
Alumni IPMIL dan anggota DPRD Luwu Timur juga memberikan orasi di sela-sela kegiatan.
Namun ketidakpuasan pengunjuk rasa akhirnya membuat mereka memutuskan menerobos ke ruang Ratona kantor Walikota Palopo tempat acara berlangsung.
Yang Mulia Datu Luwu ke-40, Andi Maradang Mackulau Opu To Bau, yang telah mengikuti rangkaian acara Hari Jadi Luwu, Hari Perlawanan Rakyat Luwu, Silatnas dan Seminar Nasional tersebut, menyatakan dukungan penuh terhadap pergerakan.
“Jika perlu untuk melakukan aksi di Istana Kedatuan Luwu,” tegasnya di depan Aliansi Wija To Luwu.
Menurut Ketua Umum IPMIL sekaligus Jendral Lapangan Aliansi Wija To Luwu, ABD Hafid. Menjelaskan aksi ini merupakan bentuk perwujudan.
“Aspirasi kolektif masyarakat Luwu yang telah lama menunggu pemekaran, guna mengatasi ketimpangan pembangunan dan ketidakadilan distribusi sumber daya.” ujarnya Hafid.
“Upaya pemekaran bukan tindakan separatis melainkan hak konstitusional yang harus dihormati. Kami menolak segala bentuk stigmatisasi, delegitimasi, dan kriminalisasi terhadap gerakan rakyat Luwu.” tambahnya.
Aliansi Wija To Luwu juga mendesak pemerintah pusat dan provinsi Sulawesi Selatan untuk mengusulkan pencabutan moratorium pembentukan Kabupaten Luwu Tengah atau membuka jalur diskresi/otsus jika diperlukan.
“Kami meminta agar pemerintah menyetujui pembentukan Kabupaten Luwu Tengah dan Provinsi Luwu Raya, mengalokasikan 20-25% APBD untuk percepatan pembangunan Daerah Otonom Baru Luwu Tengah, serta menjadikan aspirasi pemekaran sebagai agenda prioritas nasional yang melibatkan rakyat Luwu dalam setiap proses pengambilan keputusan,” jelas Abd Hafid.
“Gerakan ini menegaskan akan terus berjuang secara damai, bermartabat, dan konstitusional hingga keadilan terwujud di Tanah Luwu,” pungkasnya.(Andri)





Tinggalkan Balasan