Ditekan dan Diancam, Korban Aniaya Putuskan Berhenti Honor di PKM Sendana

ILUSTRASI

PALOPO,INDEKSMEDIA.ID – Kepala Puskesmas (Kapus) Sendana, Wahidin Rusli, diduga melakukan penekanan dan pengancaman terhadap pegawainya, menyebabkan pegawainya tersebut berhenti bekerja di Puskesmas (PKM) Sendana.

Adalah Ria, pegawai honorer PKM yang juga korban penganiayaan yang diduga dilakukan Asisten Pribadi (Aspri) dari Wahidin Rusli.

Kepada Indeksmedia, Ria mengaku ditekan dan diancam oleh Wahidin Rusli dengan tujuan agar dirinya mencabut laporan penganiayaan di Polres Palopo.

“Saya berhenti honor di PKM karena ditekan dan diancam. Kebetulan saya praktek di PKM Sendana dan dilihat oleh Asprinya dan dilapor ke Kapus disitu Kapus ancam saya dengan tidak memberikan nilai praktek kalau saya tidak cabut laporan,” kata Ria, Rabu ?14/01/2026).

Saat itu, lanjut Ria banyak rekan-rekannya yang menjadi saksi atas pembicaraannya dengan Kapus.

Merasa ditekan, sehingga Ria memutuskan untuk berhenti bekerja di PKM Sendana.

“Saya terpaksa lakukan untuk menghindari penekanan dan pengancaman yang dilakukan Kapus Sendana,” terangnya.

Awalnya, sambung Ria, Kapus menekannya dengan tidak memperpanjang kontrak kerja sebagai perawat di PKM.

Karena tidak mempan dengan penekanan lewat kerja, Kapus kembali menekan dengan tidak memberikan nilai praktek selama di PKM.

“Saya sangat berharap Polres Palopo bisa profesional menangani kasus ini. Karena saya sendiri yang menjadi korban penindasan baik secara fisik maupun batin,” pungkasnya.

Sementara itu, Kapus Sendana Wahidin Rusli yang dimintai tanggapannya terkait kasus tersebut hingga berita ini diturunkan belum memberikan klarifikasi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini

Maaf Untuk Copy Berita Silahkan Hubungi Redaksi Kami!