Aksi Prakondisi Pemekaran Luwu Raya, Massa Blokade Jalur Trans Sulawesi di Perbatasan Luwu–Wajo
LUWU, INDEKSMEDIA.ID – Aliansi Perjuangan Masyarakat Tana Luwu kembali menggelar aksi prakondisi pemekaran Provinsi Luwu Raya. Unjuk rasa kali ini berlangsung di perbatasan Kabupaten Luwu–Wajo.
Pantauan di lokasi pada Rabu (14/1/2026), massa aksi membakar ban bekas dan menghentikan sejumlah mobil truk yang kemudian dijadikan panggung orasi. Aksi tersebut mengakibatkan arus lalu lintas di jalur Trans Sulawesi macet total selama beberapa waktu.
Dalam aksinya, mahasiswa terus menyuarakan tuntutan keadilan pembangunan dan mendesak pemerintah pusat segera merealisasikan pemekaran Provinsi Luwu Raya. Mereka menilai selama ini wilayah Tana Luwu mengalami ketimpangan pembangunan yang berkepanjangan dibanding daerah lain di Sulawesi Selatan.
Jenderal Lapangan aksi, Rahmat Sharti, mengatakan dukungan masyarakat yang hadir di sekitar lokasi aksi menjadi energi tambahan bagi massa. Ia menilai simpati warga membuktikan bahwa perjuangan pemekaran bukan sekadar agenda mahasiswa dan pemuda, melainkan aspirasi kolektif masyarakat Tana Luwu.
“Aksi kita merupakan aksi untuk membangkitkan spirit perjuangan untuk bersama-sama memperjuangkan Tanah Luwu menuju Provinsi Luwu Raya,” ujar Rahmat.
Ia menegaskan, perjuangan pemekaran merupakan ikhtiar bersama untuk memperjuangkan hak-hak masyarakat Tana Luwu agar mendapatkan pemerataan pembangunan dan perhatian yang lebih serius dari pemerintah.
Sementara itu, Wakil Jenderal Lapangan aksi, Muh Yahya M, menjelaskan bahwa aksi prakondisi tersebut merupakan bagian dari strategi konsolidasi gerakan. Menurutnya, rangkaian aksi dilakukan secara bertahap untuk memperkuat basis perjuangan sebelum memasuki aksi dengan skala yang lebih besar.
“Aksi hari ini sebagai alarm kepada seluruh pemangku kebijakan bahwa perjuangan pemekaran Provinsi Luwu Raya akan terus berlanjut,” tegasnya.
Yahya menambahkan, aksi tersebut menjadi peringatan awal bagi pemerintah agar tidak mengabaikan tuntutan masyarakat Tana Luwu. Ia menegaskan, selama belum ada respons konkret, gerakan akan terus digelar di berbagai titik strategis.
“Perjuangan ini akan kami lakukan secara bertahap sampai tuntutan masyarakat Tanah Luwu benar-benar direalisasikan,” imbuhnya.
Aliansi Perjuangan Masyarakat Tana Luwu memastikan aksi lanjutan akan kembali digelar pada Kamis (15/1) sebagai bentuk konsistensi dan keseriusan dalam mengawal tuntutan pemekaran Provinsi Luwu Raya.
Aksi berlangsung dengan pengamanan aparat kepolisian dan berakhir setelah massa membuka kembali akses jalan yang sempat diblokade.





Tinggalkan Balasan