DPRD Palopo Ikut Turun ke Jalan Dukung Pemekaran Luwu Raya, Arus Lalu Lintas Macet 5 Km
PALOPO, INDEKSMEDIA.ID – Ketua DPRD Palopo Darwis bersama Wakil Ketua I DPRD Palopo Harizal A Latief menemui sekaligus ikut berorasi di hadapan massa aksi Aliansi Perjuangan Masyarakat Tana Luwu di depan Gedung Kantor DPRD Palopo. Aksi tersebut mengakibatkan arus lalu lintas macet total sepanjang kurang lebih 5 kilometer dari arah selatan Kota Palopo.
Pantauan di lokasi, pada Senin (12/1/2026) sekitar pukul 14.00 Wita, terlihat ratusan mahasiswa dari berbagai organisasi memadati badan jalan Trans Sulawesi di depan kantor DPRD Palopo. Tampak juga mahasiswa membawa spanduk serta melakukan orasi secara bergantian menuntut percepatan pemekaran Provinsi Luwu Raya.

Usai melakukan orasi di hadapan massa aksi, Ketua DPRD Palopo Darwis menegaskan bahwa aksi yang dilakukan mahasiswa dan masyarakat bukanlah gerakan baru dan tidak memiliki muatan kepentingan politik tertentu. Ia menilai perjuangan tersebut lahir dari kesadaran kolektif masyarakat Tana Luwu yang telah berlangsung sejak lama.
“Aksi hari ini, ini bukan hal yang baru. Ini adalah perjuangan dari nurani adik-adik mahasiswa, bukan tendensi politik,” kata Darwis saat dikonfirmasi usai orasi.
Darwis menjelaskan bahwa mahasiswa yang turun ke jalan tidak membawa kepentingan politik praktis. Menurutnya, tuntutan pemekaran Provinsi Luwu Raya merupakan aspirasi historis yang telah diwariskan secara turun-temurun oleh masyarakat Tana Luwu dan memiliki dasar janji politik sejak masa awal kemerdekaan.
“Adik-adik mahasiswa ini tidak punya kepentingan politik terkait pemekaran Luwu Raya, tapi ini perjuangan yang lahir sejak dulu. Kita dijanjikan daerah keistimewahan oleh presiden soekarno dan itu yang kita minta,” katanya.
Lebih lanjut, Darwis menegaskan bahwa tuntutan yang disuarakan massa aksi bukanlah permintaan baru kepada pemerintah pusat. Ia menyebut masyarakat Luwu Raya hanya meminta agar janji sejarah tersebut kembali diperhatikan dan direalisasikan oleh Presiden Republik Indonesia saat ini.
“Kita tidak menuntut hal baru. Jadi intinya di sini presiden Prabowo agar mendengar aspirasi masyarakat Luwu Raya. Kita berharap apa yang disuarakan masyarakat Luwu Raya ini, betul-betul direalisasikan sebagaimana janji presiden Soekarno dulu kepada datu Luwu,” jelasnya.
Darwis juga memastikan bahwa lembaga DPRD Palopo secara kelembagaan akan terus berada di barisan perjuangan masyarakat Tana Luwu. Ia menegaskan dukungan tersebut tidak akan berhenti selama tuntutan pemekaran Provinsi Luwu Raya belum terealisasi.
“Perjuangan ini tidak akan berhenti sampai di sini apa bila tuntutan ini tidak terealisasi. Kami dari lembaga DPRD Palopo dan sebagai Wija To Luwu, akan mendukung terus perjuangan ini. Insya Allah perjuangan ini akan membawa berkah dan kebaikan masyarakat Tana Luwu,” tutupnya.





Tinggalkan Balasan