Sampah Menumpuk Pasca Nataru di Palopo, Kadis DLH: Minggu Ini Tertangani
PALOPO INDEKSMEDIA.ID – Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Palopo Emil Nugraha angkat bicara terkait banyaknya sampah pasca natal dan tahun baru 2026. Menurutnya, persoalan sampah tersebut akan terselesaikan minggu ini.
Hal tersebut disampaikan Emil saat ditemui tim indeksmedia pada Rabu (7/1/2026). Dia mengungkapkan, peningkatan volume sampah pasca nataru memang cukup signifikan.
“Dalam kondisi normal, jumlah sampah di Kota Palopo berkisar antara 75 hingga 80 ton per bulan. Namun, pada akhir tahun 2025 lalu, volume sampah meningkat sekitar 30 persen dari kondisi normal. Hal tersebut dipengaruhi oleh meningkatnya aktivitas masyarakat serta masuknya musim buah,” ucap Emil.
Emil mengungkapkan, ntuk mengatasi persoalan tersebut, DLH Kota Palopo mengerahkan seluruh armada pengangkut sampah yang tersedia.
Menurutnya, saat ini DLH memiliki 11 armada milik pemerintah yang diperkuat dengan empat armada sewa, sehingga total armada yang beroperasi mencapai 15 unit.
“Pengakutan sampah diprioritaskan pada jalur-jalur protokol dan titik-titik dengan volume sampah tertinggi,” ujarnya.
Selain itu, Emil turut merespons sejumlah aduan masyarakat yang masuk melalui layanan pengaduan resmi.
Dia menjelaskan, petugas kebersihan bahkan melakukan lembur guna mempercepat proses pengangkutan sampah di berbagai wilayah Kota Palopo.
Selain itu, Emil turut menyinggung terkait keterbatasan armada yang ada pada DLH. Menurutnya, hal tersebut menjadi salah satu penyebab terjadinya penumpukan sampah.
Menurutnya, armada sewa yang tersedia hanya dua unit. Sementara pada tahun 2026 ini, pemerintah daerah telah menganggarkan tambahan armada sewa sebanyak 4 unit sehingga jumlah armada yang beroperasi menjadi lebih optimal.
“Di tahun 2026 ini, total armada yang beroperasi sudah 15 unit dan itu sudah maksimal. Sedangkan di 2025 akhir kemarin masih terbatas armada Yang kami sewa itu hanya sebanyak 2” tegasnya.
Meski begitu, Emil tetap minta agar masyarakat Kota Palopo ikut berperan aktif menangani persoalan sambah tersebut.
“Persoalan sampah ini tidak bisa kami tangani sendiri. Kami berharap masyarakat dapat memilah sampah sejak dari rumah. Hal ini akan mempermudah petugas kebersihan dalam proses pengangkutan ke TPA dan ke depan dapat mengurangi volume sampah harian,” tutup Emil. (Adrian)





Tinggalkan Balasan