Tuai Kecaman Warga, Proyek Irigasi di Tombang Luwu Dinilai Tak Beri Manfaat
LUWU, INDEKSMEDIA.ID – Proyek rehabilitasi jaringan irigasi Daerah Irigasi (DI) Tombang di Desa Tombang, Kecamatan Walenrang, Kabupaten Luwu, menuai kecaman keras dari warga. Proyek yang dibiayai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun Anggaran 2025 tersebut dinilai gagal berfungsi meskipun masa kontrak pekerjaan telah berakhir.
Seperti yang dilihat dalam unggahan akun media sosial Walmas Post pada Minggu (4/1/2026), proyek yang berada di bawah kewenangan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pompengan Jeneberang itu belum memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya petani.
Tampak informasi resmi pada papan proyek menunjukkan bahwa pekerjaan rehabilitasi irigasi dilaksanakan sejak Oktober hingga Desember 2025. Namun hingga kini, jaringan irigasi tersebut belum mampu mengalirkan air ke lahan pertanian warga. Akibatnya, aktivitas pertanian padi di Desa Tombang lumpuh dan tidak dapat berjalan sebagaimana mestinya.
“Proyeknya sudah selesai di atas kertas, tapi di sawah tidak ada air. Kami tidak bisa mulai tanam padi,” ujar seorang warga Desa Tombang, Minggu (4/1/2026).
Tidak berfungsinya jaringan irigasi berdampak langsung pada terhentinya musim tanam padi. Petani pun kehilangan momentum tanam yang sangat krusial. Kondisi ini dikhawatirkan menurunkan produksi pertanian, memperpanjang masa panen, serta menekan pendapatan petani.
“Kalau waktu tanam terlewat, kami bisa gagal panen. Yang menanggung kerugian adalah petani, bukan pelaksana proyek,” ujar warga lainnya dengan nada kecewa.
Warga secara terbuka mengecam kinerja pelaksana proyek dan konsultan pengawas. Pasalnya, proyek tersebut dikerjakan oleh kontraktor Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan berada di bawah pengawasan resmi Kementerian PUPR.
Selain itu, warga juga menyoroti peran Pemerintah Desa dan Pemerintah Kecamatan yang dinilai belum maksimal dalam mengawal proyek sejak tahap pelaksanaan hingga pascaberakhirnya kontrak pekerjaan.
Menurut beberapa petani, seluruh unsur pemerintahan, baik pusat maupun daerah, seharusnya hadir memastikan proyek strategis tersebut benar-benar berfungsi dan memberi manfaat.
“Ini uang negara, tapi hasilnya seperti proyek setengah jadi,” ungkap seorang petani.
Menanggapi hal tersebut, pihak pelaksana proyek PT ADHI KARYA, Wahyudi, menegaskan bahwa pekerjaan tidak mangkrak, melainkan mengalami keterlambatan akibat penyesuaian teknis di lapangan serta faktor cuaca.
“Kalau dikatakan mangkrak, itu artinya pekerjaan sudah betul-betul berhenti. Ini bukan mangkrak, tapi ada keterlambatan dan penambahan waktu (adendum),” kata Wahyudi saat dikonfirmasi, Senin (5/1/2026).
Ia menjelaskan, keterlambatan terjadi karena adanya usulan dari pemerintah desa dan masyarakat terkait sejumlah ruas saluran yang dinilai rusak parah dan tidak optimal jika hanya direhabilitasi sebagian. Awalnya, perencanaan proyek telah disusun jauh hari sebelumnya, namun beberapa titik kerusakan baru terakomodir pada tahun anggaran terakhir.
“Kalau beberapa ruas ini tidak dikerjakan, anggarannya justru akan kembali. Sementara di lapangan kondisinya sudah sangat layak direnovasi,” ujarnya.
Wahyudi juga menyebut bahwa proyek DI Tombang hanya diperuntukkan bagi saluran primer dan sekunder, bukan tersier. Beberapa ruas yang sebelumnya telah dikerjakan melalui program lain juga memengaruhi penyesuaian pekerjaan saat ini.
Selain itu, faktor cuaca yang tidak bersahabat dalam beberapa waktu terakhir turut menghambat progres. Meski demikian, pelaksana memastikan pekerjaan tetap berjalan.
“Insya Allah dalam waktu dekat ini selesai. Mudah-mudahan tidak lewat tanggal 20 Januari, paling lambat tanggal 25 Januari, tergantung cuaca,” jelasnya.
Terkait anggaran yang tidak tercantum di papan proyek, menurut Wahyudi bahwa nilai anggaran DI Tombang merupakan bagian dari paket pekerjaan terakumulasi lintas daerah.
“Nilai usulan awal (HTS) DI Tombang sekitar Rp1,45 miliar, namun dalam proses tender anggaran tersebut digabung dengan beberapa wilayah lain,” tandasnya.





Tinggalkan Balasan