Merasa Dirugikan, Oknum Wartawan NR Klarifikasi Tuduhan Pemerasan di SPBU Bonepute
LUWU, INDEKSMEDIA.ID – Oknum wartawan berinisial NR membantah tudingan pemerasan terhadap Manajer SPBU Bonepute, Kabupaten Luwu, Alling. NR mengatakan, informasi yang menyebut dirinya meminta uang sebesar Rp30 juta tidak sesuai fakta dan merupakan pemutarbalikan kejadian.
“Tidak pernah ada permintaan Rp30 juta dari saya. Justru angka itu pertama kali muncul dari pihak mereka dalam pembicaraan, bukan dari kami,” kata NR saat dikonfirmasi, Senin (5/1/2026).
NR menjelaskan, pertemuan dengan Alling yang berlangsung di Cafe Enzym Palopo bukan dalam rangka meminta uang, melainkan membahas persoalan pengisian bahan bakar terhadap mobil tangki LPG yang dinilai bermasalah. Dalam pertemuan tersebut, kata dia, pembahasan dilakukan secara terbuka dan tidak ada unsur paksaan.
“Hasil pertemuan kedua itu sebenarnya sudah selesai secara baik-baik. Tidak ada pemaksaan, tidak ada ancaman. Bahkan ada bukti transfer yang dilakukan di depan saya sebagai bentuk penyelesaian persoalan, bukan pemerasan,” jelasnya.
Terkait isu mobil tangki, NR menyebut persoalan utama justru terletak pada dugaan pengisian solar subsidi ke mobil tangki LPG, padahal seharusnya menggunakan Dexlite sesuai ketentuan. Ia menegaskan, hal tersebut bukan akibat kekosongan Dexlite, melainkan diduga dilakukan secara sengaja.
“Informasi yang saya peroleh, pengisian solar subsidi ke mobil tangki LPG itu faktor kesengajaan dan sudah berlangsung lama. Ini bukan soal teknis kekosongan BBM,” ungkapnya.
NR juga membantah adanya permintaan biaya sewa ruko atas nama lembaga sebagaimana dituding dalam pemberitaan. Menurutnya, tidak pernah ada permintaan sewa ruko maupun permintaan pribadi dalam bentuk apa pun.
“Tidak ada permintaan sewa ruko. Nama lembaga memang sempat disebut di awal pertemuan, tapi sifatnya hanya pengenalan dan penguatan, bukan permintaan dana atau imbalan,” tegasnya.
Ia menambahkan, pemberitaan yang beredar terkesan sepihak dan tidak memuat klarifikasi dari dirinya sebagai pihak yang dituduh. Bahkan, kata NR, terdapat pemberitaan awal yang sempat menjadikannya sebagai narasumber namun kemudian dihapus, sementara pemberitaan lain justru muncul dengan narasi yang merugikan dirinya.
“Atas nama prinsip jurnalistik, seharusnya media mengedepankan keberimbangan. Tuduhan serius seperti pemerasan tidak boleh dimuat tanpa konfirmasi yang utuh,” imbuhnya.
Sebelumnya, Manajer SPBU Bonepute, Kabupaten Luwu, Alling, mengaku menjadi korban dugaan pemerasan yang dilakukan oleh seorang oknum yang mengaku sebagai wartawan berinisial NR. Menurut Alling, oknum tersebut berulang kali mendatangi SPBU Bonepute dan meminta sejumlah uang dengan ancaman akan menerbitkan pemberitaan negatif.
“NR ini berulang kali datang ke SPBU dan meminta sejumlah uang dengan nada yang mengancam akan menerbitkan berita negatif terkait SPBU Bonepute jika keinginannya tidak kami penuhi,” kata Alling kepada wartawan, Jumat (02/01/2026).
Alling menjelaskan, NR bersama rekannya mulai mendatangi SPBU Bonepute sejak beberapa pekan lalu. Selang beberapa hari kemudian, dirinya mendapat undangan untuk bertemu dengan NR dan rekannya di Kota Palopo pada Rabu, 17 Desember 2025.
“Saat bertemu di Palopo, NR meminta uang sebesar Rp30 juta. Setelah negosiasi, kami terpaksa menyanggupi permintaan NR, sebab kami diancam,” ungkapnya.
Kendati begitu, lanjut Alling, sehari setelah pertemuan tersebut, NR kembali menghubunginya dan meminta uang dengan nominal yang sama.
“Sehari kemudian, Kamis (18/12), NR kembali meminta uang Rp30 juta. Karena saya tidak bisa menyanggupi permintaan itu, saya langsung menolak dan memblokir kontak WhatsApp NR,” tambahnya.
Setelah menolak dan memblokir kontak WhatsApp NR, Alling mengaku muncul pemberitaan di salah satu portal media online yang menuding SPBU Bonepute melakukan penggelapan BBM bersubsidi jenis solar. Pemberitaan tersebut dimuat dengan judul “Mobil Tangki LPG Serobot Solar Subsidi di SPBU Bonepute Luwu”.
“Padahal sebelumnya kami telah menjelaskan bahwa pengisian BBM jenis solar untuk mobil tangki LPG saat itu disebabkan Dexlite di SPBU kami kosong dan mobil tangki itu hampir kehabisan BBM. Namun NR tidak pernah memuat klarifikasi yang kami sampaikan,” tandasnya.





Tinggalkan Balasan