Ketua FKPPI Palopo Sebut DOB LuRa Bukan Prioritas Gubernur Sulsel

ANDI Cincing Makkasau

A Cincing: Pemekaran Provinsi Didasari Sejarah dan Potensi SDA

PALOPO,INDEKSMEDIA.ID – Ketua Pengurus Cabang 19 19 Forum Komunikasi Pemuda Pancasila (FKPPI) Kota Palopo, Andi Cincing Makkasau, menyatakan bahwa wilayah Luwu Raya (LuRa) tidak menjadi prioritas bagi Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel).

Menurutnya, baik alokasi dana pembangunan maupun penanganan aspirasi serta proses pemekaran wilayah LuRa, tidak mendapatkan perhatian utama dari gubernur yang tengah menjalankan periode keduanya saat ini.

Padahal, LuRa yang mencakup Kabupaten Luwu, Kota Palopo, Kabupaten Luwu Utara (Lutra), dan Luwu Timur (Lutim) menyumbang sekitar 40 persen Pendapatan Asli Daerah (PAD) untuk Provinsi Sulsel.

Program pembangunan kawasan terisolir seperti Bastem dan Limbong yang telah dicanangkan oleh mantan gubernur sebelumnya kini terbengkalai karena tidak dilanjutkan.

Padahal, kawasan tersebut memiliki potensi Sumber Daya Alam (SDA) yang melimpah kemudian dapat dikelola untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Kita yakin LuRa hanya dijadikan lahan untuk meraup PAD, namun tidak diberdayakan masyarakatnya dan dimajukan melalui program pembangunan,” tegas Andi Cincing, kepada Indeksmedia, Jumat (02/01/2026).

Olehnya itu, dia mengajak warga LuRa untuk memperkuat posisi tawar terhadap elite politik daerah dan pusat agar segera memproses pemekaran menjadi Daerah Otonomi Baru (DOB) Provinsi LuRa.

Cita-cita Provinsi LuRa telah ada sejak lebih dari 50 tahun silam, di mana pada awal tahun 1960-an Presiden Soekarno pernah menawarkan status Daerah Istimewah berbentuk provinsi kepada Datu Luwu, Andi Djemma, sebagai penghargaan atas jasa Kedatuan Luwu dalam mempertahankan kemerdekaan NKRI dari penjajahan Belanda.

Namun, tawaran tersebut tidak terealisasi akibat gejolak politik dan pergantian kepemimpinan pada tahun 1967.

Beberapa hambatan dalam perjuangan mewujudkan cita-cita tersebut antara lain sikap diskriminatif gubernur Sulsel, kebijakan moratorium pemekaran wilayah yang masih berlaku (kecuali untuk Papua), dan belum terbentuknya panitia perjuangan yang representatif dan efektif.

Meskipun demikian, Andi Cincing menegaskan bahwa motivasi dari segenap komponen masyarakat Tana Luwu akan mampu mengatasi semua hambatan.

Motivasi tersebut berasal dari sejarah perjuangan, potensi sumber daya alam yang melimpah, serta perlakuan yang dirasakan tidak menguntungkan dari pemerintah provinsi.

“Cita-cita provinsi Luwu Raya bukan keinginan elite politik, melainkan cita-cita luhur pendahulu dan aspirasi generasi ke generasi yang wajib kita rebut melalui perjuangan keras secara totalitas,” pungkasnya.(Andri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini

Maaf Untuk Copy Berita Silahkan Hubungi Redaksi Kami!