Tanya Reward RT/RW, Walkot Palopo Blok Instagram Koordinator LKK
PALOPO,INDEKSMEDIA.ID – Koordinator Forum Lembaga Kemasyarakatan Kelurahan (LKK) Kota Palopo, Feriyanto, mengaku jika Instagramnya diblokir Walikota (Walkot) Palopo. Timbul pertanyaan, ada apa?.
Feriyanto, mengaku baru mendapat kabar tersebut ketika dirinya ingin DM Walkot, tetapi akses tersebut tidak dapat lagi terhubung ke Walkot dengan kata lain profil Walkot Palopo tidak lagi ditemukan.
Feri, panggilan akrabnya, menilai instagramnya diblok orang nomor satu di Kota Palopo itu, tidak lepas dari polemik reward RT/RW, dan LPMK yang selama ini diperjuangan.
Terkait dengan itu, Feri mengaku tidak mempersoalkan hal itu, selama Walkot masih menganggap postif perjuangan membela hak dan kewajiban RT/RW dan LPMK di Kota Palopo.
“Tolong nilai kami digaris positif, intinya pengawalan yang kami lakukan tidak lain untuk kesejahteraan para RT/RW dan LPMK di Kota Palopo. Jujur, kami bangga memiliki Walkot perempuan yang pertama di Kota Palopo. Ini sejarah bagi Kota Palopo. Tapi dengan tegas kami sampaikan, posisi ktirikan yang kami sampaikan bahwa sampai hari ini, bukan untuk menjatuhkan pribadi atau Pemkot, tapi memang ingin membantu program visi Walkot kedepan,” kata Feri, usai Podcast di Indeksmedia, Jumat (26/12/2025).
Berada di garis depan pro terhadap rakyat, diakuinya memang sudah lazim terjadi pro dan kontra, namun dirinya kembali menegaskan jika perjuangan yang dilakukan sampai detik ini, merupakan murni lahir dari akar rumput dan tidak ada kepentingan didalamnya.
“Sebelum kami turun melakukan aksi, jujur kami sudah melakukan insfestigasi menyeluruh terhadap seluruh RT/RW dan LPMK yang rewardnya belum dibayarkan. Disinilah muncul gerakan untuk membantu mereka dimana kita ketahui, bahwa kami selaku mahasiswa merasa terpanggil sebab kami masuk dalam bahagian kontrolo sosial dan publik,” jelasnya.
Seraya menambahkan, dirinya masuk dalam gerakan dan ditunjuk sebagai Koordinator LKK Kota Palopo, dimana dirinya mewakili orangtuanya yang ada di Kelurahan Sumarambu, Kecamatan Telluwanua Kota Palopo.
“Jadi ini yang perlu diketahui publik, bahwa kepentingan kami disini, selain sebagai mahasiswa yang fungsinya kontrol sosial dan publik, juga kami mewakili keluarga yang haknya sampai hari ini tidak dibayarkan,” pungkasnya.




Tinggalkan Balasan