Pengamat Sebut Pertumbuhan Ekomoni di Palopo Lambat

Dosen dan Pengamat di Kota Palopo, Afrianto Nurdin SE

PALOPO,INDEKSMEDIA.ID – Sejumlah pengamat di Kota Palopo, menilai laju pertumbuhan ekonomi di Kota Palopo sangat lambat. Meski Indeks Pembangunan Manusia (IPM) naik, namun disisi lain pertumbuhan ekonominya menurun drastis.

Dalam konteks ekonomi, IPM melengkapi indikator standar seperti GDP dengan fokus pada kesejahteraan manusia, menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi yang baik seharusnya diikuti peningkatan kualitas hidup manusia. Karena IPM tinggi berarti penduduknya punya akses pendidikan, kesehatan, dan pendapatan yang lebih baik, yang pada akhirnya menjadi modal sumber daya manusia untuk pembangunan ekonomi berkelanjutan.

Dosen sekaligus Pengamat di Kota Palopo, Afrianto Nurdin SE, mengatakan, pertumbuhan ekonomi di Kota Palopo saat ini mengalami keterlambatan. Meski IPM naik, tetapi pertumbuhan ekonomi lambat, maka belum bisa disebut kota ini (Palopo) maju dan berkembang seperti yang dikenal dengan Kota Jasa dan Pendidikan.

“Justru berbeda dengan daerah lain, IPM-nya sejalan dengan laju pertumbuhan ekonomi. Nah di Kota Palopo, sesuai dengan rilis yang dikeluarkan Badan Pusat Statistik (BPS), untuk try wulan tiga ini Palopo diangka 4,8 kalau dilihat dari tren satu dan dua ada diangka 4,4 hingga 4,8, kemudian jika disandingkan sebelum covid kita masih diangka 5 persen,” kata Afrianto, pada Dialog Akhir Tahun yang digelar PT Indeksmedia Nusantara, di News Cafe Sisilain, depan SMPN 3 Palopo, baru-baru ini.

Hal yang menyebabkan lambatnya pertumbuhan ekonomi di Palopo, lanjut dia disebabkan beberapa indikator beberapa kebijakan pemerintah yang hanya fokus meningkatkan pendapatan di suatu objek namun tak disadari justru hanya berdampak pada objek itu saja, dan tidak berdampak pada objek lainnya.

“Membaca pertumbuhan ekonomi disuatu daerah tidak hanya dilihat berdasarkan satu sisi saja, melainkan semua sisi harus menjadi perhatian. Nah yang terjadi saat ini pendapatan objek satu naik, sedang objek lainnya menurun. Jadi jika ingin pertumbuhan ekonomi bisa melaju, maka pemerintah harus melihat kebelakang dengan terlebih dulu meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pemberdayaan UMKM. Karena, kalau masyarakatnya sudah sejahtera maka secara otomatis laju perekonomian di daerah sudah pasti meningkat,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini

Maaf Untuk Copy Berita Silahkan Hubungi Redaksi Kami!