Program Nasional Ayah Ambil Rapor Dinilai Tidak Sensitif Terhadap Anak Tidak Punya Ayah: Bisa Ganggu Mental Anak

Jibril Daulay Jibril Daulay
Ilustrasi murid mengambil rapor tanpa ayah (dok Indeksmedia.ID)

PALOPO, INDEKSMEDIA.ID — Kebijakan Pemerintah Kota Palopo yang menerbitkan Surat Edaran (SE) tentang Gerakan Ayah Mengambil Rapor Anak ke Sekolah menuai penolakan dari sebagian orang tua siswa. Program yang bertujuan memperkuat peran ayah dalam pendidikan anak itu dinilai kurang sensitif terhadap kondisi keluarga tertentu dan berpotensi melemahkan mental anak yang tidak memiliki figur ayah.

SE Pemkot Palopo Nomor 100.3.4/1/DPPKB tersebut merujuk pada Surat Edaran Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN RI Nomor 14 Tahun 2025, yang merupakan bagian dari program nasional penguatan peran ayah dalam pengasuhan dan pendidikan anak.

Berdasarkan edaran itu, pengambilan rapor siswa mulai diberlakukan pada Jumat (19/12/2025) dengan imbauan agar ayah hadir langsung ke sekolah.

Namun kebijakan tersebut tidak sepenuhnya diterima oleh kalangan ibu murid. Riri, salah satu orang tua siswa di Palopo, menilai imbauan tersebut tidak adil bagi anak-anak yang tidak memiliki ayah, baik karena meninggal dunia, orang tua berpisah, maupun ayah yang bekerja di luar daerah dalam waktu lama.

“Masa harus ayah? Bagaimana dengan anak yang sudah tidak punya ayah? Aturan seperti ini bisa membuat anak minder dan merasa berbeda dengan teman-temannya,” ujar Riri, Kamis (18/12/2025).

Ia juga menyoroti dampak psikologis kebijakan tersebut, terlebih karena imbauan itu disampaikan langsung kepada para siswa.

“Anak-anak bisa merasa malu atau tertekan. Mentalnya justru bisa terganggu, bukan termotivasi,” tegasnya.

Menurut Riri, sejak dulu pengambilan rapor tidak pernah dibatasi hanya oleh kehadiran ayah. Selama orang tua atau wali hadir, proses pendidikan anak tetap berjalan baik.

“Dulu cukup orang tua atau wali. Bisa ibu, kakak, tante, nenek, om. Tidak pernah jadi masalah untuk perkembangan anak,” katanya.

Ia menilai kebijakan semacam ini tidak relevan dengan kondisi sosial masyarakat yang beragam dan justru berpotensi merusak kepercayaan diri anak.

Sebelumnya, SD Negeri 47 Tompotikka Palopo turut menggelar kegiatan pengambilan rapor dengan mengajak para ayah untuk hadir langsung ke sekolah. Imbauan tersebut mendapat dukungan dari Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan sebagai bagian dari program nasional penguatan peran ayah.

Kepala SDN 47 Tompotikka, Muharris, mengatakan kehadiran ayah diharapkan memberi dampak positif terhadap motivasi dan prestasi belajar anak.

“Kami mengharapkan para ayah bisa hadir. Ini kesempatan melihat langsung hasil belajar anak dan memberi dukungan moral,” ujarnya.

Ia menambahkan, kegiatan ini juga dimaksudkan untuk meningkatkan kesadaran ayah terhadap pendidikan anak serta menekan dampak fenomena fatherless yang dinilai berpengaruh terhadap perkembangan emosional dan akademik siswa.

Meski demikian, pihak sekolah menegaskan bahwa kegiatan tersebut tidak bersifat wajib.

“Jika ayah tidak bisa hadir, tentu dapat diwakilkan oleh wali murid lainnya,” katanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini

Maaf Untuk Copy Berita Silahkan Hubungi Redaksi Kami!