Polemik Insentif RT/RW di Palopo dan Rp250 Ribu Dipangkas
PALOPO,INDEKSMEDIA.ID – Sebanyak 1.152 RT/RW, dan 48 LPMK di Kota Palopo, hingga kini belum mendapat kepastian terkait insentif mereka 10 bulan di 2024 dan 6 bulan di 2025 kapan akan dibayarkan.
Polemik tersebut berimbas hingga terjadinya pemangkasan insentif Rp250 ribu dari nominal Rp750 ribu menjadi Rp500 ribu.
Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) selaku perpanjangan tangan masyarakat, akhirnya menjadi bulan-bulanan Ketua RT/RW dan LPMK, yang dianggap tidak bertanggungjawab atas kebijakan yang telah disetujui para pendahulu mereka.
“Anehnya, kenapa sampai DPRD tidak mengetahauinya. Sebenarnya ini yang selalu jadi pertanyaan di kepala saya, karena setahu saya apapun kebijakan dari pemerintah, DPRD selaku wakil dari rakyat pasti tau,” kata salah satu mantan Ketua RT di Kota Palopo, Amir Kamis (18/12/2025).
Senada juga diutarakan, Husna mantan Ketua RT masa jabatan 2024. Dia mengungkapkan bahwa, persetujuan insentif dinaikkan dari Rp500 ribu ke Rp750 ribu, bukan RT/RW yang meminta melainkan datangnya dari pemerintah dan sudah pasti di setujui DPRD.
“Sepertinya kami selaku RT/RW dan LPMK dikambing hitamkan atas polemik insentif yang selama ini kami perjuangkan. Kalau tidak salah tahun 2023 Pj Wali Kota Palopo, Arsul Sani sedang hak RT di tahun 2024, yang di permsalahkan. Jadi, ini tidak ada kaitannya dengan pemerintahan sebelumnya, Palopo sudah serah terima di tahun 2023, mungkin mereka lupa atau bagaimana. Anehnya lagi, setiap kami bertanya, mereka selalunya mengaitkan dengan pemerintahan sebelumnya, ini kan aneh,” tutur Husna.
Rancuhnya lagi, sambung dia disaat rekan-rekan RT/RW dan LPMK se Kota Palopo, memperjuangkan haknya (insentif), banyak bermunculan pahlawan kesiangan yang membelot dari perjuangan para Ketua RT.
“Seperti munculnya komentar-komentar yang menyudutkan kami seperti insentif ini tidak sah dan bahkan ada yang menyebut temuan. Pertanyaannya sederhana, bagaimana seandanya jika dia di posisi RT dan RW atau LPMK yang insentifnya belum terbayar?. Nah, disini kita kembali ke diri kita masing-masing karena sudah jelas dalam agama, setiap perbuatan yang kita lakukan termasuk ucapan, akan kita pertanggungjawabkan,” ucapnya berlalu.





Tinggalkan Balasan