Mengenang Awhin Sanjaya, Pendekar Masamba yang Menorehkan Jejak dari Nasional hingga Asia
PALOPO, INDEKSMEDIA.ID — Awhin Sanjaya lahir di Masamba, Kabupaten Luwu Utara, pada 22 Februari 1998. Namanya mulai dikenal luas di dunia balap nasional ketika tampil sebagai wakil Sulawesi pada Final Yamaha Cup Race (YCR) 2014 di Yogyakarta.
Penampilan impresifnya di ajang tersebut membuka jalan menuju panggung yang lebih besar. Awhin terpilih memperkuat skuad Yamaha Indonesia untuk berlaga di Yamaha ASEAN Cup 2014 di Sirkuit Sentul Internasional, sebuah titik awal karier profesionalnya di level nasional.
Usai ajang itu, Awhin mengambil keputusan besar dalam hidupnya: menetap di Pulau Jawa dan bersaing di kerasnya dunia balap nasional yang kerap dijuluki sebagai “region neraka” karena padatnya talenta dan ketatnya persaingan. Keputusan tersebut terbukti menjadi langkah krusial dalam perjalanan kariernya.
Pada musim 2015, Awhin tampil menonjol bersama Yamaha Trijaya, bersaing ketat dalam perebutan gelar juara region kelas pemula. Setahun kemudian, grafik prestasinya semakin menanjak. Bersama Honda Trijaya, ia sukses menorehkan sejumlah capaian prestisius, antara lain Juara Region MP2 Seeded, Juara Umum HDC 3 Honda Dream Cup, serta Juara Umum Sidrap Prix 2016.
Deretan prestasi tersebut mengantarkannya ke level Asia. Pada 2017, Awhin mendapat kepercayaan besar bergabung dengan Astra Honda Racing Team (AHRT) untuk berlaga di FIM Asia Road Racing Championship (ARRC) kelas AP250.
Selama tiga musim tampil di ARRC, Awhin menunjukkan konsistensi dan daya saing tinggi. Ia nyaris meraih gelar juara dan tercatat sebagai runner-up pada musim 2018 dan 2019. Pada periode ini, Awhin lebih banyak fokus membalap di kelas sport serta tampil kompetitif di ajang Indonesia Racing Series (IRS).
Kembali ke Bebek dan Titik Balik Karier
Pada musim 2020, Awhin kembali turun di balap bebek bersama Astra Motor Racing Team (ART) Yogyakarta, tim yang merupakan transformasi dari tim lamanya. Keputusan ini menuntut adaptasi ulang setelah tiga tahun fokus di kelas sport.
Prestasi kembali ia torehkan, termasuk medali emas PON XX Papua, yang menjadi salah satu pencapaian penting dalam kariernya.
Memasuki akhir 2023, Awhin mulai aktif turun di kelas 2 tak yang kembali menggeliat di Indonesia. Musim 2025 menjadi salah satu fase paling penting dalam perjalanannya. Selain tampil kompetitif di berbagai kejuaraan nasional seperti Sumatera Cup Prix (SCP), LFN HP969 Road Race, dan SCR, Awhin juga kembali mendapatkan kesempatan membalap di level Asia bersama LFN HP969 Racing Team di kelas Underbone 150 cc.
Di ajang SCP 2025, Awhin berada dalam jalur perebutan gelar juara umum, hingga akhirnya insiden tragis di race final merenggut nyawanya dan menghentikan langkah panjang kariernya di lintasan balap.
Sosok di Balik Helm
Penulis BalapMotor.Net mengenal Awhin sejak awal kedatangannya di Pulau Jawa pada akhir 2014. Ia dikenal sebagai pribadi yang pendiam, murah senyum, tidak neko-neko, serta sangat menghormati sesama. Kepribadiannya membuat Awhin disegani, bukan hanya karena prestasi, tetapi juga sikapnya, baik di dalam maupun di luar lintasan.
Awhin Sanjaya meninggalkan seorang istri dan satu orang anak. Kepergiannya menjadi kehilangan besar, tidak hanya bagi keluarga, tetapi juga bagi dunia balap Indonesia.
Dari Masamba, ia tumbuh menjadi pembalap nasional hingga Asia—seorang “Pendekar Masamba” yang jejak dan namanya akan terus dikenang di lintasan balap Tanah Air.
Selamat jalan, Awhin Sanjaya. Prestasi dan dedikasimu akan selalu hidup dalam sejarah balap Indonesia.




Tinggalkan Balasan