Cek Harga Sembako di PNP, Tripida Temukan Ini
PALOPO,INDEKSMEDIA.ID – Jelang Natal dan Tahun Baru (Nataru), Kapolres Palopo, Tiga Pimpinan Daerah (Tripida), yakni Kapolres Palopo, AKBP Dedi Surya Dharma SH SIK MH, Dandim 1403 Letkol Inf Windra Prihantoro, dan Walikota Palopo dalam hal ini diwakili Kadis Perdagangan Kota Palopo, Lely Kaso tiba-tiba mendatangi Pusat Niaga Palopo (PSP), Sabtu (13/12/2025). Cek per cek, mereka untuk memastikan harga Sembilan Bahan Pokok (Sembako) tetap stabil.
Dalam kunjungan tersebut banyak yang terungkap termasuk infrastruktur yang kurang mendukung termasuk atap seng di bagian pelelangan ikan banyak yang bocor dan sudah tidak layak pakai.
Masalah tersebut langsung mendapat respon Pemerintak Kota (Pemkot) Palopo, dan menyatakan akan menindaklanjuti perbaikan secepatnya agar pedagang dan pembeli nyaman dalam melakukan transaksi jual beli.
Selama kunjungan, Unsur Muspida mengecek secara langsung stok dan harga berbagai komoditas utama seperti beras, minyak goreng, cabai merah, dan cabai putih.
Hasil pemeriksaan menunjukkan stok beras dan minyak masih cukup banyak, sementara harga sebagian komoditas seperti cabai mengalami kenaikan namun masih dalam batas wajar.
“Kita fokus cek terutama beras SPHP dari Bulog, yang harganya masih sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) dan stoknya juga bagus,” ungkap Letkol Inf. Windra Prihantoro.
Ia menambahkan bahwa TNI turut membantu pemerintah daerah mengawal ketahanan pangan sampai perayaan mendatang.
Dandim juga mengimbau pedagang untuk tidak menjadikan Nataru sebagai alasan untuk menaikkan harga secara sembarangan, mengingat stok komoditas masih melimpah.
Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan Palopo, Lely Kaso menyampaikan hasil pemantauan di dua pasar lain, yaitu PNP dan Pasar Andi Tadda, yang menemukan kenaikan harga pada cabai, bawang merah, dan ayam potong.
“Harga ayam potong misalnya, biasanya 1 ekor (sekitar 2 kg) mencapai Rp50.000-Rp55.000, tapi hari ini kita temukan sampai Rp60.000, kenaikan sekitar Rp5.000-Rp10.000,” katanya.
Meskipun ada kenaikan, Lely menegaskan bahwa stok semua komoditas tersebut masih cukup.
“Kita sudah konfirmasi, stok akan memenuhi kebutuhan masyarakat sampai perayaan. Kenaikan ini dianggap wajar karena kebutuhan memang meningkat menjelang Nataru,” ujarnya.
Ia juga menjelaskan bahwa pemerintah akan terus memantau setiap hari melalui pendataan harga di SPKP (Sentra Pengawasan Harga dan Pasar) untuk memantau perkembangan lebih detil.
“Tujuan utamanya tetap memastikan stok tersedia dan harga tetap dalam batas yang layak,” pungkasnya.(Andri)





Tinggalkan Balasan