Pasien Dugaan Malpraktik RS At Medika Palopo Meninggal Dunia

RUMAH Sakit At Medika Kota Palopo.

PALOPO,INDEKSMEDIA.ID – Kabar duka. Masih ingat dengan Basri Sakuta, pasien yang diduga mengalami malpraktik oleh dokter di Rumah Sakit At Medika Kota Palopo, Sulawesi Selatan (Sulsel)?. Dua minggu melawan sakit yang diderita akibat dari indikasi kesalahan pemberian obat, akhirnyan pasien 73 tahun asal Desa Tobalo, Kecamatan Ponrang Selatan (Ponsel), Kabupaten Luwu, menghembuskan nafas terakhir pukul 07.30 Wita di RS Wahidin Makassar, Jumat (28/11/2025).

Saat ini, jenazah mantan Kepala Desa (Kades) Tobalo tersebut, dipulangkan ke kampung halaman dan posisi terakhir di Kabupaten Sidrap.

“Iye, meninggal mi omku. Kabar duka ini disampaikan ke keluarga sekira pukul 07.30 Wita dan kami dalam perjalanan pulang ke kampung. Sudah di Sidrap,” kata Suherman, salah satu kerabat dekat pasien, yang mengaku bersama keluarga lainnya mengantar jenazah ke kampung, siang tadi.

Suherman tidak terlalu menjelaskan secara detail kondisi terakhir Basri Sakuta saat dokter menyatakan jika pasien telah meninggal dunia.

“Yang pastinya, Almarhum di rujuk ke Makassar setelah mengalami kelainan usai minum obat yang diberikan pihak RS At Medika Palopo,” terangnya.

KORBAN dugaan malpraktik Rs At Medika Palopo, Basri Sakuta, asal Ponrang yang kondisinya makin memburuk di Makassar.

Suherman menceritakan, Almarhum awalnya hanya mengeluh dibagian gusi. Setelah ada intruksi akan diperasi, tiga gigi pasien dicabut.

“Nah darisitulah pihak rumah sakit memberikan obat setelah itu badan Almarhum mulai melepuh seperti habis terbakar api,” bebernya.

Dia menambahkan, keluarga Almarhum sangat menyayangkan adanya lepas tangan dari pihak rumah sakit. Padahal, sebelum dirujuk, keluarga telah diyakinkan oleh pihak rumah sakit jika segala kebutuhan pasien mulai dari dirujuk hingga komfensasi akan ditanggung pihak rumah sakit.

“Tapi nyatanya setelah sampai di RS Wahidin Makassar, kami ditingalkan begitu saja,” terangnya.

Sementara itu, Dirut RS At Medika Kota Palopo, dr Anton yang dikonfirmasi, belum merespon adanya berita tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini

Maaf Untuk Copy Berita Silahkan Hubungi Redaksi Kami!