Membangun Peradaban Kemanusiaan melalui Bahasa Arab: Refleksi Hari Guru
Penulis: Dr. Andi Arif Pamessangi, S.Pd.I., M.Pd. (Dosen Bahasa Arab UIN Palopo)
OPINI, INDEKSMEDIA.ID – Hari Guru setiap tahun selalu menjadi ruang refleksi bagi para pendidik untuk meninjau kembali makna dan arah pendidikan. Bagi saya sebagai dosen Bahasa Arab, momentum ini memberikan kesempatan untuk melihat kembali betapa besar peran bahasa dalam membangun peradaban kemanusiaan. Bahasa Arab, yang menjadi pintu masuk khazanah keilmuan Islam, tidak hanya mengajarkan struktur linguistik, tetapi juga mengantarkan kita pada nilai, adab, dan pandangan hidup yang humanis.
Dalam tradisi Arab-Islam, guru (al-mu’allim) ditempatkan pada posisi kehormatan yang tinggi. Para ulama menyebutnya sebagai waratsatul anbiya’ pewaris misi kenabian. Hal ini menunjukkan bahwa mendidik bukanlah aktivitas transfer pengetahuan semata, melainkan sebuah amanah moral untuk memuliakan manusia melalui ilmu. Ketika seorang guru mengajarkan Bahasa Arab, ia sesungguhnya sedang membuka jendela pemahaman terhadap teks-teks yang sarat nilai kemanusiaan, mulai dari literatur klasik, etika pergaulan, hingga spirit perdamaian yang diajarkan Islam.
Di era digital saat ini, ketika informasi mengalir tanpa batas, peran guru justru semakin vital. Ketersediaan data tidak otomatis menghasilkan kedalaman makna. Di sinilah pendidik mengambil peran sebagai penafsir, pembimbing, dan penjaga kemanusiaan. Bahasa Arab mengajarkan bahwa setiap kata memiliki tanggung jawab moral, setiap struktur kalimat menyimpan hikmah, dan setiap teks mengandung ajakan untuk memuliakan sesama.
Namun, realitas pendidikan kita masih menghadapi tantangan. Beban kerja administrasi, kesenjangan fasilitas, serta perubahan kurikulum yang dinamis sering mengaburkan esensi mendidik. Guru tetap dituntut untuk hadir dengan ketulusan dan komitmen, meski ruang kerja mereka tidak selalu ideal. Karena itu, Hari Guru seharusnya tidak hanya menjadi perayaan, tetapi evaluasi kolektif tentang bagaimana negara dan masyarakat memuliakan profesi yang sesungguhnya memuliakan manusia.
Pengajaran Bahasa Arab di lingkungan pendidikan Islam memiliki peran strategis dalam membangun karakter. Melalui bahasa, peserta didik diajak memahami pesan moral Al-Qur’an, mengenal adab ulama, dan menyerap nilai-nilai kemanusiaan yang menjadi inti dari peradaban Islam. Pendidikan bahasa, dengan demikian, bukan hanya membentuk kompetensi linguistik, tetapi membangun orientasi hidup yang menghargai martabat manusia.
Pada akhirnya, Hari Guru mengingatkan kita bahwa membangun peradaban kemanusiaan dimulai dari ruang kelas: dari kesabaran seorang pendidik, dari keteladanan yang ditunjukkan, dan dari nilai-nilai baik yang ditanamkan setiap hari. Semoga guru di mana pun berada senantiasa diberi kekuatan untuk menjadi cahaya yang menerangi jalan ilmu dan kemanusiaan. Sebab tanpa guru, tidak ada peradaban yang dapat berdiri kokoh.





Tinggalkan Balasan