Dua Kelompok Pemudah Bentrok di Palangeran Palopo, Polisi Temukan Anak Panah
PALOPO,INDEKSMEDIA.ID – Aksi tawuran kembali terjadi di wilayah Kota Palopo dan sempat mengganggu arus lalu lintas pada Selasa dini hari.
Peristiwa ini melibatkan dua kelompok pemuda dari wilayah berbeda dan beruntung tidak menimbulkan korban jiwa.
Selasa, (25/11/2025) sekitar pukul 01.50 Wita, tawuran antara Kelompok pemuda Palangiran Kelurahan Batu Walenrang, Kecamatan Telluwanua Kota Palopo, dengan Kelompok Pemuda Km. 08 Kelurahan Buntu Datu, Kecamatan Bara, Kota Palopo.
Kejadian berlangsung di area Trans Sulawesi Jalan Dr. Ratulangi Km. 08, tepatnya di sekitar Jembatan Buntu Datu.
Diduga bermula ketika terdengar bunyi senjata rakitan (papporo) di sekitar jembatan.
Aksi tersebut kemudian direspons oleh kelompok pemuda dari Km. 08 hingga memicu saling serang berupa baku lempar batu dan bunyi senjata rakitan dari kedua kelompok.
Pada pukul 02.10 Wita, Personel Polsek Wara Utara tiba di lokasi dan melakukan upaya pembubaran. Sekitar pukul 02.30 Wita, situasi berhasil dikendalikan, masing-masing kelompok membubarkan diri dan tidak lagi melakukan serangan.
Akibat kejadian itu, arus lalu lintas sepanjang Jalan Dr. Ratulangi sempat mengalami kemacetan, baik dari arah utara maupun selatan.
Tidak ditemukan korban jiwa maupun kerusakan materil, namun petugas mendapati batu kali berserakan di jalan dan satu peluncur yang diduga digunakan dalam tawuran.
Dari keterangan saksi, Emi, menyebut bahwa pemuda Km. 08 diduga membunyikan senjata rakitan sebanyak dua kali di area jembatan, sehingga memicu respons kelompok pemuda Palangiran.
Saat ini situasi Kamtibmas telah kembali aman dan kondusif, dengan personel Polsek Wara Utara masih melakukan penjagaan di sekitar lokasi untuk mengantisipasi kemungkinan bentrokan susulan.
Kasi Humas Polres Palopo AKP Marsuki turut membenarkan kejadian tersebut dan saat ini telah dilakukan penanganan.
“Personel Polsek Wara Utara dengan cepat melakukan penanganan hingga situasi dapat dikendalikan. Kami mengimbau para pemuda agar tidak terpancing provokasi serta menyelesaikan persoalan tanpa kekerasan. Kami juga mendorong pemerintah setempat melakukan mediasi agar kejadian serupa tidak terulang,” ujarnya.





Tinggalkan Balasan