Bocah di Luwu Diduga Tewas Dianiaya Pacar Ibu, Jenazah Diautopsi di RSUD Sawerigading Palopo

Gie

PALOPO, INDEKSMEDIA.ID – Kematian tragis Muh. Ashar (2), kini memicu penyelidikan serius kepolisian. Balita tersebut diautopsi di RSUD Sawerigading Palopo, atas permintaan ayahnya, Asri, yang merasa janggal dengan luka yang ditemukan pada tubuh anaknya.

Proses otopsi disaksikan langsung oleh Kanit PPA sekaligus Kanit I Pidum Polres Luwu, Hasrum Dakka. Ia menekankan bahwa otopsi merupakan langkah penting dalam mengungkap kebenaran penyebab kematian Boba dan memastikan penyidikan berjalan berdasarkan bukti ilmiah.

“Kami dari Reskrim Polres Luwu mendampingi keluarga korban melaksanakan kegiatan otopsi terhadap dugaan tindakan aniaya yang mengakibatkan adanya anak meninggal dunia,” ujar Hasrum Dakka, Minggu (23/11/2025).

Hasrum juga memperjelas tujuan otopsi tersebut. Menurutnya, pemeriksaan forensik dibutuhkan untuk memperkuat pembuktian hukum dan menelusuri dugaan adanya tindakan kekerasan hingga mengakibatkan korban meninggal dunia.

“Otopsi tujuannya untuk menjelaskan, mempertegas perbuatan pelaku. Sehingga demikian, untuk kepentingan penyidikan supaya lebih terang lagi permasalahan, peristiwa yang terjadi, yang dilakukan, makanya dilakukan giat otopsi oleh Tim Forensik Polda Sulsel,” tambahnya.

Selain itu, Hasrum menjelaskan alasan jenazah Boba dipindahkan ke RSUD Sawerigading Palopo. Ia mengatakan fasilitas penyimpanan jenazah di RS Batara Guru Luwu belum memadai sehingga pemindahan menjadi langkah darurat untuk menjaga kondisi jenazah sebelum otopsi.

“Mohon maaf sebelumnya, ini karena tempat penitipan jenazah itu di Rumah Sakit Batara Guru belum ada fasilitas seperti freezer pendingin atau pengawetan, makanya kita titip jenazah sementara di Rumah Sakit Sawerigading Palopo pada Jumat (22/11/2025),” jelasnya.

Sementara itu, Tim Forensik Polda Sulsel yang menangani pemeriksaan juga memberikan keterangan. dr. Deni selaku ahli forensik memastikan otopsi telah dilakukan dengan lancar dan pihaknya sudah menemukan indikasi penting untuk penyelidikan lebih lanjut.

“Kami belum dapat memberikan keterangan lebih detail karena masih dalam proses penyelidikan. Hasil otopsi lengkap diperkirakan akan keluar dalam waktu sekitar satu bulan,” kata Deni.

Ayah korban, Asri, dengan nada sedih, menyampaikan harapannya agar otopsi dapat membuka kebenaran tentang kematian putranya. Ia mengungkapkan bahwa Boba belum lama tinggal bersama ibunya setelah keduanya berpisah dua tahun lalu.

“Anak saya baru ikut sama ibunya sebulan lebih. Selama itu, dia tinggal dengan ibunya yang sudah pisah dengan saya,” tutur Asri.

Peristiwa nahas yang merenggut nyawa Boba terjadi di Kecamatan Belopa Utara, tepatnya di Perumahan Lamunre, Desa Lamunre Tengah, pada Kamis (21/11/2025) sekitar pukul 21.00 Wita. Terduga pelaku berinisial R (28) yang disebut merupakan pacar ibu korban dan diketahui telah memiliki istri dan anak.

Keluarga korban juga bersuara. Salah satu kerabat bernama Ifa menyampaikan laporan adanya bekas luka mencurigakan di tubuh Boba yang dialami sebelum meninggal.

“Ada luka lebam di wajah dan badan Boba, serta luka bakar yang diduga bekas sundutan rokok,” kata Ifa.

Diketahui, jenazah Boba rencananya dimakamkan di pekuburan umum Cilallang, Kabupaten Luwu, pada Minggu (23/11/2025).

(Andri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini

Maaf Untuk Copy Berita Silahkan Hubungi Redaksi Kami!