Kondisi Pasien Dugaan Malpraktik Makin Buruk, Dokter RS At Medika Palopo Dipolisikan

KORBAN dugaan malpraktik Rs At Medika Palopo, Basri Sakuta, asal Ponrang yang kondisinya makin memburuk di Makassar.

PALOPO,INDEKSMEDIA.ID – Keluarga Basri Sakuta (73), pasien yang diduga mengalami malpraktik oleh dokter di Rumah Sakit At Medika Kota Palopo, Sulawesi Selatan (Sulsel), mengancam akan melaporkan RS At Medika, ke polisi.
Tindakan tersebut terpaksa dilakukan, karena Rs At Medika Palopo, dinilai menelantarkan pasien dan terkesan lepas tangan atas kelalaian yang dilakukan dokter di rumah sakit.

Tidak hanya itu, kondisi Basri saat ini tidak memperlihatkan kondisi baik, melainkan makin buruk dari kondisi awal dirujuk ke Makassar.

Seluruh organ tubuh Basri, memperlihatkan kondisi buruk, kulit bagian belakang yang tadinya hanya melepuh seperti bola kasti, kini seluruhnya sudah terkelupas bagaikan ular ganti kulit.

Organ tubuh lainnya yang kondisinya makin buruk, ada di kedua kaki yang memperlihatkan gumpalan-gumpalan melepuh berisi air sudah menjalar di kaki kiri dan kanan.

Kedua tangannya pun seperti itu dan wajahnya pun sudah muncul bintik-bintik melepuh kecil yang dikawatirkan akan membesar.

Melihat kondisi Basri yang makin memburuk, ditambah tidak adanya perhatian dari pihak RS At Medika Palopo, membuat keluarga sepakat akan melaporkan dugaan malpraktik yang dilakukan dokter RS At Meika Kota Palopo.

“Tidak ada perubahan, makin bertambah buruk. Kami akan laporkan ke polisi. Awalnya, kami kira semua sudah diatur, ternyata begitu tiba di Makassar kami diterlantarkan dan seolah-olah lepas tangan. Karena, kami yang mengurus semuanya di Makassar, dokter pun tidak pernah kami lihat memeriksa bapak kami. Dokternya sempat ada, tapi hanya diluar tidak masuk dan periksa bapak,” kata Aziz anak kandung pasien Basri (pasien) kepada Indeksmedia melalui sambungan Video Call (VC), WhatsApp (WA), Senin (17/11/2025).

Aziz, yang memperlihatkan bapaknya lewat VC, mermperlihatkan kondisi makin parah. Keluarganya pun kecewa dengan pihak At Medika, yang terkesan lari dari tanggungjawab. Padahal, sebelum Basri dirujuk ke Makassar, Direktur At Medika, dr Anton, telah mengkonfirmasi ke keluarga bahwa semua kebutuhan rujukan hingga perawatan di RS Wahidin Makassar, akan ditangani dengan baik.

Sayang, sesampainya keluarganya di RS Wahidin, ambulance At Medika yang membawa rombongan langsung balik kanan meninggalkan RS Wahidin.

“Kami ditinggalkan begitu saja. Keluargapun terlantar bahkan katanya nanti ada kompensasi namun lagi-lagi sampai setik ini sama sekali tidak ada. Sebenarnya, bukan disitu intinya, tapi tanggungjawabnya yang kami minta. Kasus ini akan kami laporkan ke polisi,” tegas Aziz.

Terkait dengan itu, Direktur RS At Medika, dr Anton, yang dikonfirmasi perihal adanya dugaan malpraktik serta pertanggungjawaban pihak RS At Medika, sampai hari ini, belum menjawab pesan WA media.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini

Maaf Untuk Copy Berita Silahkan Hubungi Redaksi Kami!