RS At Medika Palopo Diduga Malpraktik, Keluarga Pasien Keberatan
PALOPO,INDEKSMEDIA.ID – Seorang pasien di Rumah Sakit At Medika Kota Palopo, Sulawesi Selatan (Sulsel) diduga menjadi korban malapraktik dokter. Pasien atas nama Basri Sakuta (73) asal Desa Tobalo, Kecamatan Ponrang Selatan (Ponsel), Kabupaten Luwu, keluhan awalnya hanya sakit pada gusi.
Setelah diberikan obat anti nyeri, hampir seluruh tubuhnya melepuh seperti habis terbakar api.
Keluarga Basri kemudian keberatan dengan tindakan yang dilakukan dokter di RS At Medika.
“Keluhannya cuma sakit di gusi, kami pun diminta rawat inap. Awalnya baik-baik saja, namun setelah diberikan obat anti nyeri kondisi Basri makin lemas kemudian badannya melepuh. Hampir seluruh tubuhnya melepuh seperti habis terbakar api. Kami juga heran kenapa bisa terjadi seperti ini. Makanya, kami keberatan atas tindakan yang dilakukan dokter di RS At Medika,” kata Aziz anak kandung Basri Sakuta, kepada Indeksmedia Sabtu (15/11/2025).
Setelah persoalan itu dikonfirmasi ke pihak RS At Medika, lanjut Aziz informasi yang diperoleh keluarga, jika rumah sakit akan merujuk ayahnya ke Makassar. Persoalannya, sambung Aziz pihak RS At Medika mengkonfirmasi RS Wahidin Makassar, tidak ada kamar yang kosong, sehingga rujukan ke Makassar ditunda.
“Menurut pihak Direktur RS At Medika, dr Anton bahwa kamar di RS Wahidin full. Seandainya ada kamar yang kosong ini malam, maka bapak saya diberangkatkan ini malam. Nah, disini tambah rancuh lagi, kok kami yang datang dengan keluhan sakit gusi berubah dengan penyakit yang lain dan tiba-tiba diberikan rujukan ke Makassar. Loh, ada apa ini. Intinya kami tidak terima dan akan mempersoalkan masalah ini,” tegasnya.
Sementara itu, Direktur RS At Medika dr Anton yang dikonfirmasi, membenarkan ada pasien bernama Basri Sakuta yang saat ini dirawat di rumah sakitnya.
Hanya saja, Anton seperti enggan membeberkan adanya dugaan malpraktik yang diduga dilakukan dokter.
“Iya, beruntung saja kami mendapati keluarga pasien yang mengerti dan memahami apa yang dilakukan dokter. Mengenai kejadian tersebut kami sementara konsultasikan ke dokter yang menangani pasien termasuk semua biaya pengobatan,” kata Anton, singkat via telepon.





Tinggalkan Balasan