Warning Tipidter Polres Palopo, PKAPH: Awas ‘Masuk Angin’
Terkait Kasus AMT Pertamina Soal ‘Kencing’ di Pertamini
PALOPO,INDEKSMEDIA.ID – Pemerhati Kinerja Aparat Penegak Hukum (PKAPH) Luwu Raya, Alfin kembali bersuara. Itu terkait, kasus Awak Mobil Tangki (AMT) Depot Perrtamina Karang-karangan, Kabupaten Luwu, yang diduga singgah dan ‘kencing’ (isi) pertamini di salah satu kios di pinggir poros Kecamatan Telluwanua Kota Palopo.
Alfin, memberikan warning terhadap Aparat Penegak Hukum (APH) khususnya Unit Tipidter Polres Palopo, dalam menangani kasus tersebut. Dimana, pelanggaran nyata sudah jelas terjadi namun kpenanganan kasus tersebut terkesan lamban.
“Harusnya sudah jelas. Pengakuan pemilik kios, soal berapa per liter kemudian sekalih mampir jatahnya merapa liter, semua sudah disampaikan. Tinggal, bagaimana, Tipidter Polres Palopo, mengundang pihak Pertamina untuk dimintai klarifikasi terkait adanya aktivitas (kencing) di pertamini,” kata Alfin, kepada Indeksmedia Selasa (11/11/2025).
Magister Hukum, Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar tersebut, mengaku terus mengikuti perkembangan kasus tersebut, mulai dari berita awal hingga tindak lanjuti hari ini.
“Sepertinya, penyidik harus lebih agresif lagi menangani kasus ini, sebab bukti-bukti dan keterangan pemilik kios termasuk saksi-saksi di TKP (kalau sudah ada), menjadi dasar hukum kuat untuk meningkatkan status kasus tersebut. Tapi, kembali lagi saya berpikir positif, mungkin ada alasan lain sehingga penyidik belum panggil pihak Pertamina,” pungkasnya.
Diberitakan sebelumnya, Unit Tipidter Polres Palopo, telah melakukan pemeriksaan terhadap Jumardi (42) pemilik kios barang campuran plus pertamini di Kelurahan Maroangin, Kecamatan Telluwanua Kota Palopo.
Hanya saja, dari pengakuan awal yang menyebutkan mengetahui identitas Awak Mobil Tangki (AMT) yang membawa 16 KL BBM Pertalite milik Pertamina keterangannya diubah di Polres Palopo yang menyebutkan jika Jumardi tak mengenal dengan yang bersangkutan (AMT).
Informasi menyebutkan, sudah empat kali AMT singgah dan ‘kencing’ (isi) pertamini milik Jumardi. Dari pengakuan awal yang diceritakan Jumardi ke Unit Reskrim Polsek Telluwanua, Jumardi mengaku jika pertalite yang dibeli dari AMT seharga Rp10 ribu/liter. Setiap kali mampir biasanya diberikan 20 liter.




Tinggalkan Balasan