Misteri Kematian Pelajar di Luwu, Gangguan Teknis Jadi Penyebab CCTV Rumah Sakit Tak Rekam Insiden
LUWU, INDEKSMEDIA.ID – Pihak Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Batara Guru Belopa memberikan penjelasan terkait kondisi rekaman CCTV di ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD) yang disebut-sebut berkaitan dengan kasus dugaan penganiayaan terhadap pelajar bernama Rifqillah oleh Kades Seppong. Direktur RS Batara Guru, dr. Daud, menjelaskan secara rinci situasi teknis yang menyebabkan rekaman tersebut tidak menampilkan data lengkap.
Menurut dr. Daud, sistem CCTV di RS Batara Guru tidak otomatis menyesuaikan waktu ketika terjadi pemadaman listrik. Akibatnya, ketika listrik padam, perangkat akan kembali ke pengaturan tahun awal pembuatan alat.
“Ternyata ini CCTV kalau padam listrik dia kembali ke tahun 2000,” kata dr. Daud kepada Indeksmedia.id, Kamis (6/11/2025).
Ia menambahkan, kembalinya tanggal ke tahun 2000 itu bukan karena kesalahan manusia, melainkan karena gangguan pada sistem jaringan. Saat pemadaman terjadi, koneksi WiFi terputus sehingga waktu pada perangkat menyesuaikan secara otomatis ke pengaturan bawaan.
“Kenapa itu ada biasa muncul nabilang Polres tahun 2000, saya komunikasi dengan IT dan pas mati lampu tidak ada jaringan wifinya. Jadi otomatis menyesuaikan, dia akan kembali ke tahun pembuatannya,” katanya.
Lebih lanjut, dr. Daud menjelaskan bahwa ketika pihak kepolisian mengambil rekaman CCTV, gambar di ruang IGD memang tampak, namun tidak ditemukan rekaman sebelum tanggal yang diminta. Ia menyebut sempat ada anggota keluarga korban yang mencoba memutar ulang rekaman, tetapi hasilnya tetap sama.
“Pada saat diambil itu CCTV, kelihatan itu IGD. Mau dilihat di sebelumnya, tidak ada rekaman memang. Kan tanggal satu itu diambil, kalau tidak salah ada ji kakaknya itu korban juga dan diotak-atik memang tidak kelihatan,” tuturnya.
Ia menegaskan, kondisi CCTV tidak bisa disebut rusak sepenuhnya. Perangkat masih berfungsi menampilkan siaran langsung, tetapi tidak merekam atau menyimpan hasil tangkapan gambar.
“Jadi kalau dalam posisi siaran langsung tidak rusak, tapi memang tidak merekam atau menyimpan. Jadi mau dibilang rusak, tidak juga karena berfungsi. Mau dibilang tidak rusak tapi berfungsi,” jelasnya.
Sebagai penanggung jawab fasilitas rumah sakit, dr. Daud memastikan bahwa ruang penyimpanan rekaman CCTV aman dan tidak bisa diakses sembarangan. Hanya dirinya yang memiliki kunci dan akses langsung ke ruangan tersebut.
“Tidak ada yang bisa masuk di ruangan ini (ruangan direktur) kecuali saya karena cuma saya yang pegang kuncinya. Waktu diperiksa sama polisi, dia cari-cari karena kejadian itu saja dia mau temukan tapi tidak kelihatan,” imbuhnya.





Tinggalkan Balasan