Wakil Wali Kota Palopo Tinjau PDAM, Ungkap Sejumlah Kendala Distribusi Air

Gie

PALOPO, INDEKSMEDIA.ID – Wakil Wali Kota Palopo, Akhmad Syarifuddin, meninjau langsung kinerja Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Palopo di tengah banyaknya pertanyaan masyarakat soal distribusi air bersih. Dalam kunjungannya itu, ia ingin memastikan persoalan yang dihadapi sekaligus mencari solusi jangka panjang bagi layanan air bersih.

Menurutnya, kehadiran pemerintah di lapangan penting agar mengetahui secara pasti hambatan yang dialami pihak PDAM dan memastikan pelayanan kepada warga tetap berjalan optimal.

“Belakangan ini banyak pertanyaan terkait dengan posisi PDAM, makanya kami hadir dan melihat langsung sekaitan dengan kinerja teman-teman sekaligus ingin memastikan apa kendalanya,” ujar Akhmad Syarifuddin, Rabu (5/11/2025).

Ia menjelaskan, berdasarkan hasil pertemuan dengan jajaran PDAM, terdapat sejumlah faktor teknis yang mempengaruhi distribusi air belakangan ini. Salah satunya, kondisi air baku yang berubah seiring masuknya musim hujan di wilayah Palopo dan sekitarnya.

“Tadi sudah disampaikan bahwa ada beberapa kendala kita. Pertama itu, kondisi air baku karena sekarang ini masuk musim hujan,” jelasnya.

Akhmad menambahkan, meski sebagian masyarakat beranggapan musim hujan seharusnya memperbanyak ketersediaan air, namun kondisi di lapangan justru berbeda. Air yang keruh akibat lumpur membuat PDAM perlu melakukan pembatasan aliran demi menjaga kualitas air agar tetap aman dikonsumsi.

“Ada yang bilang musim hujan banyak air. Sudah dijelaskan tadi, justru ini menjadi kerepotan kita karena keruh dan ternyata ini sudah lumpur yang masuk. Sehingga PDAM melakukan pembatasan agar tidak berdampak buruk bagi kesehatan masyarakat,” ujarnya.

Selain faktor air baku, ia juga menyoroti infrastruktur pipa yang mulai menua di sejumlah wilayah, sehingga berdampak pada debit air yang sampai ke pelanggan. Menurutnya, PDAM sudah mengajukan permohonan penggantian pipa terutama di daerah Battang dan Telluwanua.

“Yang kedua memang ada beberapa wilayah yang kekurangan debit air. PDAM sudah memasukkan permohonan untuk pergantian pipa di wilayah Battang termasuk wilayah Telluwanua juga itu perlu diupgrade,” ungkapnya.

Sebagai langkah jangka panjang, kata Akhmad, pemerintah bersama PDAM akan menyiapkan rencana pembangunan kolam retention sebagai wadah cadangan air baku. Ia juga mengimbau masyarakat agar ikut berperan aktif menghadapi musim hujan dengan menyiapkan penampung air untuk kebutuhan harian.

“Kemudian untuk jangka panjang, bagaimana agar kolam retention itu bisa kita adakan. Dan kami juga mengimbau agar masyarakat di musim penghujan ini agar menyiapkan penampung air sebagai langkah antisipasi,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini

Maaf Untuk Copy Berita Silahkan Hubungi Redaksi Kami!