Anto: Saya Tidak Pernah Diwawancarai, SPBU PL Ancam Laporkan Pemerasan
PALOPO,INDEKSMEDIA.ID – Pihak Stasiuan Pengisian Bahan Bakatr Umum (SPBU) 7.4.9.1.9.9.8 Padang Lipan (PL) keberatan atas adanya berita yang tidak jelas terekspose terkait adanya dugaan melayani pelangsir BBM solar secara tak wajar dan barcode milik orang lain.
SPBB PL, juga mengancam akan melaporkan oknum wartawan yang terkesan memeras dengan motif menaikkan berita kemudian memakai cara lobi-lobi untuk mendapatkan imbalan agar berita yang dimuat bisa diluruskan.
Media yang memuat pemberitaan tersebut dinilai beropini tanpa kroscek secara langsung di lapangan. Bahkan, adanya penyebutan identitas Anto selaku pelansir yang disebut dalam berita, dianggap melenceng dari etika seorang jurnalis (wartawan).
Anto yang dimaksud, merasa sama sekali tidak pernah diwawancarai media, sehingga munculnya nama Anto seperti yang ditulis dalam isi berita sebagai sumber, dianggap perlu dipertanggungjawabkan media tersebut.
“Saya bernama Anto dan rumah saya di samping SPBU. Makanya saya justru kaget, ini yang dimaksud Anto yang mana. Kalau, wartawan ini menyebut bahwa bertindak sebagai pelansir di Telluwanua, maka saya berani pastikan jika wartawan ini hanyan mengada-ngada. Saya siap dipertemukan dan sekali lagi saya minta kepada wartawan yang memuat berita terkait SPBU Padang Lipan diduga layani pelansir solar agar mempertanggujawabkan beritanya,” tegas Anto, yang juga salah satu tokoh pemuda di Telluwanua, membantah adanya berita terkait SPBU Padang Lipan, kepada Indeksmedia Minggu (02/11/2025).
Sementara itu, Manajer SPBU PL, Rio mengaku munafik jika SPBU PL bersih dari pelansir. Namun, dirinya berani buka-bukaan terkait cara kerja SPBU dalam melayani konsumen yang datang mengisi solar di SPBU.
Terkait dengan adanya dugaan pelansir, Rio meminta langsung oknum wartawan untuk datang dan kroscek di SPBU PL.
“Setelah naik berita, ada seseorang yang menghubungi saya kata orang itu bagaimana bagusnya, jika sudah ACC dengan wartawannya nanti beritanya dihapus. Bahkan, dalam percakapan saya, ada nominal yang dipatok. Cara-cara seperti ini yang merusak citra wartawan. Kami masih tunggu apa petunjuk selanjutnya dari bos. Terkait dengan berita soal SPBU serta sumber yang tak jelas kemudian adanya dugaan pemerasan, kemungkinan bos akan laporkan kasus ini ke polisi,” terang Rio.
Lanjut dikatakan Rio, pihaknya kaget setelah adanya berita yang diekspose padahal, oknum wartawan dengan nama medianya pernah mampir dan diberikan transportasi dengan cara yang santun.
“Kami kenal dengan wartawan ini, pernah datang dan kami tidak pernah mengabaikannya. Justru kami heran, bos kami mengirimkan sebuah baket berita kemudian belum ada tanggapan langsung disikat begitu saja. Anehnya lagi, Anto yang disebut sebagai pelansir yang keberatan sudah kami komunikasikan tapi dibantah bahwa tidak pernah berkomunikasi dengan media,” pungkasnya.





Tinggalkan Balasan