Usut Mobil Tangki Pertamina “Kencing” di Pertamini Telluwanua Palopo
PALOPO,INDEKSMEDIA.ID – Viralnya truk tangki Pertamina milik Depot Karang-karangan, Kbupaten Luwu, yang “mengencengi” Pertamini di salah satu kiost barang campuran di Kecamatan Telluwanua Kota Palopo, menjadi perhatian publik.
Betapa tidak, truk tangki Pertamina dengan kapasitas isi 16 KL Pertalite tersebut, mampir mengisi Pertamini (Kencing) usai melakukan pengisian di salah satu SPBU yang ada di Luwu Raya.
Awak Mobil Tangki (AMT), didapati warga tanggal 27 September 2025, singgah tengah malam di salah satu kiost di Kelurahan Maroangin, Kecamatan Telluwanua Kota Palopo.
Terkait dengan itu, Aktivis Pemerhati Lingkungan dan Penegakan Hukum Luwu Raya, ALfin meminta kepada Aparat Penegak Hukum (APH) supaya segera mengusut truk Tangki pertamina yang telah melanggar undang-undang yang telah ditetapkan Migas, tetang penyalahgunaan BBM Subsidi atau biasa disebut mafia BBM.
“Tidak ada kata lain selain usut. Ini tugas APH untuk melakukan penyelidikan terhadap AMT Pertamina Karang-karangan. Dimana foto yang terlampir membuktikan jika AMT yang dimaksud benar-benar telah melakukan pengisian Pertamini di sebuah kiost barang campuran di wilayah Telluwanua Kota Palopo,” kata Alfin kepada Indeksmedia, menanggapi adanya truk tangki Pertamina “Kencing” di Pertamini, Minggu (26/10/2025).
Jika APH benar-benar ingin bekerja profesional, lanjut Alfin maka AMT yang dimaksud akan diungkap, hal tersebut berdasarkan keterangan pemilik kiost serta truk tangki Pertamina dengan nomor plat polisi yang melekat di belakang truk.
“Pati akan diungkap, mengapa karena waktu dan tanggal truk tangki mengisi di Pertamini sudah jelas apalagi nomor plat polisinya ada, saya yakin pasti akan diungkap,” terangnya.
Adanya permainan kongkalikong AMT di luar dari Depot Pertamina, harusnya menjadi perhatian serius para penentu kebijakan.
Sebab, jika aktivitas tersebut dibiarkan, maka mafia BBM akan terus bertambah, tidak hanya dikalangan luar namun juga di internal Depot Pertamina Karang-karangan.
“Harus ada tindakan segera, karena kalau terus menerus seperti ini sama halnya dengan pembiaran yang dilakukan Depot Pertamina Karang-karangan,” pungkasnya.





Tinggalkan Balasan