Air PDAM Tak Mengalir, Warga Mungkajang Palopo Terpaksa Gunakan Air Hujan
PALOPO, INDEKSMEDIA.ID – Warga Perumahan Graha Permata Mungkajang I, Kota Palopo, mengeluhkan air PDAM yang sudah lebih dari seminggu tak mengalir. Akibatnya, aktivitas warga terganggu hingga harus menadah air hujan untuk keperluan sehari-hari.
Sejumlah warga mengaku terpaksa menggunakan air hujan untuk mandi dan mencuci. Bahkan sebagian warga memilih pergi ke Sungai Latuppa untuk mencuci pakaian.
“Sudah lebih seminggu air PDAM tidak mengalir. Kami sekarang menampung air hujan untuk mandi dan mencuci. Sebagian warga bahkan ke Sungai Latuppa,” kata salah satu warga Blok AA.8, Sahardi, Senin (6/10/2025).
Kondisi ini juga berdampak pada anak-anak yang bersekolah. Beberapa di antaranya terpaksa absen karena tidak memiliki air bersih untuk mandi.
“Pada Jumat, 4 Oktober 2025, ada empat anak sekolah yang tidak masuk karena tidak ada air untuk mandi,” ungkapnya.
Sebagian warga bahkan rela meminta air kepada tetangga di blok bawah perumahan yang masih mendapat aliran air. Mereka mengaku kondisi ini bukan kali pertama terjadi.
“Saya sudah empat hari minta air ke tetangga di blok bagian bawah. Kejadian seperti ini sudah sering terjadi,” jelasnya.
Warga juga menuturkan bahwa persoalan serupa sudah berulang kali disampaikan ke pihak PDAM. Namun hingga kini, belum ada tindakan nyata untuk memperbaiki layanan, terutama di blok paling ujung perumahan.
“Beberapa perwakilan warga sudah datang langsung ke kantor PDAM untuk menyampaikan aspirasi. Tapi sampai sekarang belum ada realisasi, bahkan sampai akhir masa jabatan direktur,” imbuhnya.
Menanggapi keluhan tersebut, pihak Perumda Air Minum (PDAM) Kota Palopo mengaku telah mengambil langkah darurat dengan mengerahkan armada tangki air ke sejumlah wilayah terdampak.
“Pelayanan truck tangki terhadap yang wilayah terdampak, perumda menyiapkan 5 armada truck tangki yang standby setiap hari,” kata Humas Perumda Kota Palopo, Wiwin.
Wiwin menambahkan, penyebab utama terganggunya distribusi air lantaran debit air baku dari sumber utama menurun drastis akibat rendahnya curah hujan dalam beberapa pekan terakhir.
“Air bakunya yang kurang karena rendahnya curah hujan,” tandasnya.





Tinggalkan Balasan