Lima Bulan Plafon Ambruk, Siswa SDN 15 Salolo Palopo Belajar di Ruang Darurat

Gie

PALOPO, INDEKSMEDIA.ID – Kondisi memprihatinkan dialami oleh para siswa SD Negeri 15 Salolo, Kota Palopo, Sulawesi Selatan (Sulsel). Sudah lima bulan lamanya plafon di dua ruang kelas sekolah itu ambruk, namun belum juga ada tindakan nyata dari Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Palopo untuk memperbaikinya.

Kondisi tersebut membuat kegiatan belajar mengajar harus tetap berlangsung dengan segala keterbatasan. Dua kelas yang terdampak kelas V dan VI terpaksa dipindahkan ke ruangan darurat agar proses pendidikan tidak terhenti.

Sebagian siswa kini menempati ruang kecil PJOK yang berdampingan langsung dengan gudang sekolah, sementara sisanya belajar di ruang kelas agama Kristen yang juga digunakan bergantian dengan mata pelajaran lain.

Kepala SDN 15 Salolo, Irawati, menjelaskan bahwa keputusan memindahkan siswa ke dua ruangan itu merupakan langkah terakhir setelah plafon ambruk membuat ruangan utama tidak bisa digunakan sama sekali. Menurutnya, pihak sekolah tidak punya pilihan lain karena proses belajar harus tetap berjalan meski dalam kondisi darurat.

“Yang satu saya taruh di ruangan PJOK, satunya lagi di ruangan agama Kristen. Jadi kalau pelajaran agama Kristen, guru tinggal menyesuaikan,” ujar Irawati, Jumat (3/10/2025).

Ia menuturkan, sejak para siswa dipindahkan, aktivitas belajar menjadi kurang nyaman. Banyak siswa yang sulit berkonsentrasi karena ruangannya sempit dan berdesakan, sementara posisi ruangan yang bersebelahan dengan gudang membuat suasana belajar menjadi tidak kondusif.

“Situasi ini membuat kegiatan belajar tidak berjalan normal. Ruangan yang sempit membuat siswa harus berdesak-desakan, sementara kondisi di sekitar gudang tentu tidak nyaman untuk menunjang konsentrasi belajar,” jelasnya.

Irawati menambahkan, pihak sekolah sebenarnya sudah berupaya mencari solusi dengan melayangkan dua kali proposal perbaikan ke Disdik Kota Palopo. Namun, hingga kini belum juga ada tindak lanjut dari pemerintah. Ia mengaku hanya bisa menunggu kabar baik agar ruangan yang rusak bisa segera diperbaiki dan kegiatan belajar kembali normal.

“Selama plafon kelas belum diperbaiki, kami tidak punya pilihan selain menempatkan siswa di ruang darurat. Proposal sudah kami ajukan dua kali, tapi belum ada tindak lanjut,” tambahnya.

Kondisi memprihatinkan di SDN 15 Salolo itu kemudian mendapat perhatian dari DPRD Kota Palopo. Wakil Ketua II DPRD Palopo, Alfri Jamil, menyebut bahwa pemerintah daerah semestinya tidak menunda-nunda langkah perbaikan mengingat dampaknya langsung dirasakan oleh anak-anak yang masih duduk di bangku sekolah dasar.

“Ini sangat miris. Anak-anak sekolah dasar yang seharusnya tumbuh dan berkembang dalam suasana belajar yang nyaman justru ditempatkan di ruangan sempit berdampingan dengan gudang,” kata Alfri Jamil.

Lebih jauh, Alfri menjelaskan bahwa DPRD sebenarnya sudah menaruh perhatian sejak awal dan bahkan telah mengusulkan anggaran rehabilitasi gedung SDN 15 Salolo dalam pembahasan di Badan Anggaran (Banggar). Namun, ia menyesalkan usulan tersebut tidak masuk dalam APBD Perubahan setelah melalui evaluasi pemerintah.

“Kami sudah me-warning pemerintah kota melalui Dinas Pendidikan agar ini segera ditindaklanjuti. Proposal sudah ada, administrasinya lengkap, tinggal kemauan dari pihak pemerintah kota,” tegasnya.

Ia menegaskan, DPRD Palopo akan terus memantau dan mendorong agar proses perbaikan segera direalisasikan. Alfri juga mengingatkan bahwa dunia pendidikan tidak boleh menjadi korban dari kelambanan birokrasi.

“Kami berharap pemerintah kota tidak menutup mata terhadap kondisi ini. Anak-anak butuh ruang belajar yang aman dan layak,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini

Maaf Untuk Copy Berita Silahkan Hubungi Redaksi Kami!