Tak Ada Ruang Bagi Predator Seks di UIN Palopo, Ketua DEMA: Kita Kawal
PALOPO,INDEKSMEDIA.ID – Ketua Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) Universitas Islam Negeri (UIN) Palopo, Dirga Saputra angkat bicara.
Terkait desas-desus oknum dosen (pria) di UIN Palopo yang mengirimkan foto (gambar) alat vital pria ke mahasiswa ternyata dipantau Dirga Saputra.
Dirga menegaskan, tidak ada tempat bagi para predator seksual di UIN Palopo.
Menurutnya, isu-isu yang berkembang beberapa hari ini marak di perbincangkan dikalangan mahasiswa dan lingkungan kampus yakni mengenai dugaan kasus tindak pidana kekerasan seksual, pelecehan seksual, dan LGBT.
Tentu masalah ini mengundang banyak perhatian dan menimbulkan pertanyaan di mana-mana.
Pasalnya, kampus yang merupakan laboratorium pendidikan, simbol peradaban, ternyata memiliki Predator seks yang harus sama-sama dilenyapkan di muka bumi.
“Siapa pun oknumnya baik antar perempuan dan laki-laki, antar laki-laki sesama laki-laki, kita selalu sepakat dimana pun tidak ada ruang atau tempat bagi para pelaku Predator-predator seks. Untuk kasus di UIN Palopo, DEMA siap mengawal,” kata Dirga, kepada Indeksmedia menanggapi adanya Predator seks di lingkup Kampus UIN Palopo, Senin (29/09/2025).
Dirinya mengaku sadar betul bagaimana predator seksualitas dan sejenisnya hari ini berupaya untuk masuk dan menggerogoti serta merusak tatanan kehidupan sosial masyarakat.
Dirga kemudian menyebut data statistik yang di keluarkan mentri Perlindungan perempuan dan anak (PPA) per hari ini jumlah kasus ada 23.015, jumlah korban laki 4.846 dan jumlah korban perempuan 19.733 serta kasus yang terjadi di lingkungan Perguruan Tinggi yang dilaporkan oleh Komnas Perempuan ada 4.178 kasus kekerasan seksual terhadap perempuan.
“Beberapa angka-angka di atas memperlihatkan urgensi untuk menghilangkan para predator seks, terlebih lagi predator yang sampai hari ini berkeliaran di kampus- kampus,” jelasnya.
Terkhusus saat ini, lanjut Dirga yang menjadi perbincangan hangat di kampus UIN Palopo, dirinya sebagai mahasiswa sekaligus Ketua DEMA Universitas selalu mengikuti perkembangan yang terjadi di dalam.
“Kami juga telah mengambil langkah-langkah untuk segera menyelesaikan permasalahan ini dan kami berharap semua dapat bersinergi dan bekerja sama baik antara kelembagaan mahasiswa, antar mahasiswa dan mahasiswa yang lain, antar dosen dan mahasiswa dan seluruh masyarakat yang memiliki keterikatan dalam institusi kampus, mari kita bekerja sama untuk menghilangkan para predator -predator yang dianggap telah menciderai dunia pendidikan, membuat rasa ketidaknyamanan dan merusak masa depan regenerasi,” paparnya.
Seraya menambahkan, khusus kepada korban DEMA selalu membuka ruang untuk melakukan pendampingan terhadap korban bila mana korban ingin membuat laporan dan ingin di dampingi.
“Saya berharap kepada seluruh korban jangan takut membuat laporan ke satgas atau pun ke pihak kepolisian karena kita tidak menginginkan ada nya korban selanjutnya kita tidak menginginkan predator seks tetap beraktivitas seolah-olah tidak merasa bersalah atas apa yang mereka lakukan,” terangnya.
“Apapun alasan dari si predator, apapun penyebabnya, siapapun pelakunya, apapun bentuk pelecehannya tapi yang pasti orang normal, orang sehat, dan semua agama kita Sama-sama mengetahui tidak satupun dalil atau alasan untuk membenarkan adanya pelecehan seksual atau sejenisnya,” tutup Dirga.





Tinggalkan Balasan