Tujuh Kasus DBD di Warsel Palopo, Masyarakat Diminta Waspada
PALOPO, INDEKSMEDIA.ID – Memasuki September 2025, Puskesmas Wara Selatan (Warsel) mencatat ada 7 penderita Demam Berdarah Dengue (DBD).
Data tersebut diambil sejak Januari-September 2025.
Terakhir ada dua warga yang tercatat termasuk salah satunya Muh Anugrah, warga Kelurahan Sampoddo, yang saat ini dirawat di Rumah Sakit Bintang Laut sejak 9 September 2025.
Puskesmas Warsel bergerak cepat dengan melakukan fogging dan penanganan pemberantasan jentik nyamuk.
Pengelola DBD Puskesmas Warsel Mulyadi SKm, memimpin langsung penyemprotan (fogging) di lingkungan rumah warga Sampoddo, seperti yang terekam Sabtu (20/09/2025).
Selain fogging, warga juga diberikan bubuk abate untuk memberantas jentik nyamuk.
“Fogging saja tidak cukup. Cara paling efektif mencegah DBD adalah dengan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN),” kata Mulyadi, pagi tadi.
Pencegahan demam berdarah, lanjut dia cukup dengan PSN.
Caranya singkirkan bambu bekas, bersihkan bak air dua kali seminggu, dan pastikan selokan tidak buntu.
Selama tahun 2025, diakui Mulyadi sudah ada tujuh kasus DBD di Palopo. Dua di antaranya terjadi pada bulan September, yaitu di Kelurahan Songka dan Sampoddo.
“Total ada tujuh kasus yang dirawat di rumah sakit. Bulan ini ada dua,” jelas Mulyadi.
Mulyadi juga menyoroti kondisi lingkungan yang kurang bersih sebagai penyebab utama penyebaran DBD.
“Lingkungan kita memang rawan. Banyak selokan buntu dan daerah rawa. Itu sebabnya kita turun langsung membagikan abate,” tegasnya.
Untuk itu, ia mengimbau masyarakat untuk lebih aktif menjaga kebersihan lingkungan.
“Buang air dari bekas cat atau gelas yang terkena hujan. Ban bekas yang tidak terpakai juga sebaiknya disingkirkan,” pesannya Mulyadi.
Jika menemukan kasus DBD di sekitar tempat tinggal, warga diminta segera melapor ke Puskesmas terdekat, terutama Puskesmas wilayah Selatan.
“Mudah-mudahan tidak ada lagi kasus DBD. Kuncinya adalah menjaga kebersihan lingkungan dan aktif melakukan PSN,” Pungkasnya.(andri)





Tinggalkan Balasan