Pakar Hukum Sebut Kasat Reskrim Polres Palopo Kaku, Citra Polisi Makin Buruk
PALOPO, INDEKSMEDIA.ID – Ribetnya konfirmasi di Polres Palopo, dinilai Pakar Hukum Senior Tanah Luwu, Lukman S Wahid SH, tindakan yang kaku menjadi preseden buruk terhadap citra institusi Polri.
Citra polisi saat ini tidak baik-baik saja, harusnya polisi yang ada di tiap-tiap daerah mencuri moment yang baik dengan menciptakan suasana harmonis terhadap wartawan maupun masyarakat.
Namun, jika modelnya seperti ini justru akan merugikan Aparat Penegak Hukum (APH) dan menambah kepercayaan publik terkait kinerja buruk pihak kepolisian.
Itu bermula ketika wartawan yang hendak mencocokkan data jumlah kasus di Unit PPA Polres Palopo, dengan data yang dipegang wartawan selalu dipatahkan Kasat Reskrim Iptu Syahrir.
Kanit PPA Polres Palopo, Ipda Dewi, juga seolah-olah tak berdaya karena harus mendapat perintah dari atasan dalam hal ini Iptu Syahrir.
“Masih ada yang seperti itu. Ingat Wartawan itu sebenarnya salah satu mitra, bukan musuh,” kata Lukman kepada Indeksmedia, Jumat (12/09)2025).
Karena itu, sambung dia setiap pejabat atau instansi manapun sebaiknya bersikap transparan dan terbuka menghadapai wartawan.
Jika ada hal yg memang belum bisa disampaikan pada publik maka hal itu bisa disampaikan pada wartawan disertai alasannya dan sebaliknya wartawan dapat memuat itu apa adanya.
“Memang kadang ada yang belum bisa dipublis. Tapi nanti publik pembaca yang menilai,” imbuhnya.
Menurutnya, jika harus bersurat dulu untuk sebuah wawancara itu termasuk kaku kecuali pejabat itu terikat ketat dengan aturan protokol atau padat agenda acaranya seperti presiden dan lain-lain.
Apalagi kata Lukman, soal pencocokan data, tidak ada salahnya dan memang harus dicocokkan agar tidak terjadi kesalahan dalam pemberitaan.
“Kalau soal data memang harus dipulis. Memang seperti itu, kalau bisa bersahabatlah dengan wartawan karena bagus tidaknya yang kita kerja itu tergantung kemitraan kita terhadap wartawan,” jelasnya.





Tinggalkan Balasan