Warga Ancam “Geruduk” dan Desak Copot HRD PT WINS Palopo

PALOPO, INDEKSMEDIA.ID – Rekrutmen tenaga kerja tahap pertama PT WINS, Kelurahan Maroangin, Kecamatan Telluwanua Kota Palopo dianggap syarat akan adanya permainan.

Warga menilai HRD PT WINS telah melanggar Undang-Undang Cipta Kerja Nomor 6 Tahun 2023.

Dimana UU tersebut bertujuan untuk menciptakan dan meningkatkan lapangan kerja melalui kemudahan, perlindungan, dan pemberdayaan bagi UMKM dan industri, serta meningkatkan ekosistem investasi.

Dianggap salah langkah, warga pun mengancam akan turun melancarkan aksi demonstrasi dengan tuntutan mendesak HRD PT WINS dalam hal ini Agus untuk segera dicopot jabatannya.

Warga pun mengancam akan turun melancarkan aksi demonstrasi dengan tuntutan mendesak HRD PT WINS dalam hal ini Agus untuk segera dicopot dari jabatannya.

Agus dinilai telah melanggar UU Cipta Kerja mulai dari awal perekrutman hingga penutupan jadwal penyerahan berkas dinilai berpotensi terjadi permainan.

“Kita sudah konsolidasi dengan masyarakat dan memang tuntutan kami copot HRD atas nama Agus kemudian untuk sementara perusahaan tidak boleh beroperasi,” tegas Adi salah satu pemuda Telluwanua kepada Indeksmedia Jumat (05/09/2025).

Sementara itu, Agus mengatakan untuk rekruitment tenaga skill perusahaan telah disesuaikan dengan kebutuhan.

Agus kemudian menjelaskan sebelumnya, tehnisi peralatan laboratorium datang ke perusahaan selanjutnya pihaknya menyiapkan tenaga analis laboratorium untuk handling job.

“Skill HR rekruitment juga saya panggil setelah penutupan lamaran kerja untuk input dan tetap lamaran kerja,” kata Agus, via WhastApp (WA), Kamis (04/09/2025.

Itupun sambung dia tetap melalui proses sesuai prosedure seperti wawancara dan penawaran kerja yang sudah diberikan bulan lalu.

“Ada beberapa kami rekrut karyawan skill baik yang punya pengalaman HR rekruitment, Analis laboratorium, Data centre QA & QC adalah untuk keperluan managemen dan tolong jangan disalah artikan dengan rencana keperluan man power (operator) yang 70 orang. Kalau yang 70 orang itu murni dari wilayah Telluwanua,” tepis Agus.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini

Maaf Untuk Copy Berita Silahkan Hubungi Redaksi Kami!