Terkesan Melindungi, Kadisdik Palopo Tegur Lisan Kasubag Catut Nama Aktivis
PALOPO,INDEKSMEDIA.ID – Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kota Palopo, Asnita Darwis S STP, awalnya terkesan Melindungi dan menutupi kesalahan Kasubag Perencanaan dan Keuangan Disdik Palopo, inisial MN, yang mencatut nama aktivis meminta uang di PT WINS.
Asnita, mengaku telah memberikan teguran secara lisan terkait bawahannya yang dinilai telah melakukan pelanggaran.
Teguran itu disampaikan Asnita setelah memanggil MN untuk melakukan klarifikasi di ruang kerjanya perihal masalah yang ditujukan ke MN, Senin (01/09/2025).
Namun, setelah nama korban (aktivis) disebut wartawan, Asnita kemudian pertegas akan melukai konsultasi ke OPD yang menangani sanksi dari ASN yang melakukan pelanggaran.
“Saya sudah lakukan konfirmasi ke salah satu pejabat saya yakni Kasubag Perencanaan dan Keuangan.
Keterangannya menyampaikan bahwa kunjungannya ke RS At-Medika adalah dalam rangka menjenguk keluarga yang sakit (aktivis dimaksud).
Dan kunjungan ke RS tersebut tidak ada kaitannya dengan kedinasan, ini murni adalah urusan keluarga yang bersangkutan yang kebetulan adalah salah satu pejabat kami,” kata Asnita, via WhastApp, usai memanggil bawahannya, kemarin.
Namun, Kadisdik mengaku tetap akan melakukan konsultasi dengan OPD terkait.
“Iye boleh saja pak, kami juga akan konsultasikan dengan OPD yang menangani tentang sanksi Kepegawaian. Yang jelas dari kami sudah sampaikan teguran lisan kepada yang bersangkutan. Pun mengenai sanksi kita tunggu dari Inspektorat,” tegasnya.
Terkait dengan itu, korban yang merasa dirugikan berjanji akan menyeret masalah tersebut hingga ke ranah hukum.
Bahkan, dalam waktu singkat korban akan mendatangi Inspektorat untuk memperjelas kasus yang telah menyeret pejabat ASN di Disdik Kota Palopo.
“Karena nama baik saya sudah tercoreng maka yang pertama akan saya laporkan kasus ini ke Polres terkait penggunaan data pribadi. Kedua, saya akan meminta kejelasan dari Inspektorat, mengenai tindakan atau langkah apa yang ditempuh terhadap ASN yang sudah berbuat kesalahan seperti itu,” tegas korban yang tak lain aktivis ternama di Tana Luwu yang belum mau disebut namanya.





Tinggalkan Balasan