Warga Sebut Dinas Perdangan Luwu Timur Tutup Mata Terkait Pangkalan Jual Elpiji 3 Kg di Atas HET

Tabung Elpiji 3 Kg dijual diatas harga eceran tertinggi (Foto: Istimewa).

LUWU TIMUR, INDEKSMEDIA.ID – Warga di Kabupaten Luwu Timur menilai Dinas Perdangan tutup mata melihat ketidakstabilan harga tabung elpiji 3 kg yang menebus harga Rp 35.000/itemnya. Parahnya, kebanyak pangkalan bahkan dengan leluasanya menjual elpiji untuk masyarakat miskin tersebut di atas harga eceran tertinggi (Het).

“Kalau Dinas Perdangan serius mau sidak pangkalan sangat tidak susah ketahui mana yang jual di atas Het Rp 20.000-22.000 kan. Cukup tanya saja ke warga. Inikan memang selama ini dia tutup mata, entah kenapa ya, semestinyakan ditindak tegas,” ucap Ummul, Kamis (16/8/2025).

Ummul mengatakan, telah melakukan pembelian tabung dibeberapa kecamatan yang berada di Luwu Timur. Menurutnya, rerata pangkalan tersebut menjual elpiji 3 kg dengan harga Rp 23.000-25.000.

“Saya sudah beli di beberapa pangkalan di Tomoni, Mangkutana, Wotu dll. Tapi sama semua harganya, paling murah itu kalau ada jual di harga Rp 23.000, sedangkan hetnya itu cuma Rp. 20.000,” ujar Ummul.

“Intinya kalau dari Dinas Perdangan mau turun cek itu tidak susah, tinggal tanya warga to berapa dibelikan dan dimana beli. Intinya kalau dia mau kerja itu cepat saja, biar tertib dan warga tidak meluli dibodohi kasian,” tambahnya.

Selain itu, Ummul menilai pihak DPRD Luwu Timur semestinya secara tegas memperhatikan ketidakstabilan harga elpiji 3 kg tersebut.


Baca Juga: Harga Elpiji 3 Kg di Luwu Timur Tembus Rp 35 Ribu, Warga Menjerit


Ia menjelaskan, pemerintah semestinya hadir dan mengawasi pangkalan terkait Het yang telah ditetapkan tersebut.

“DPRD juga semestinya lakukan sidak, bagaimanapun ketidakstabilan Het ini sangat berpengaruh bagi warga, apalagi kan peruntukan elpiji tersebut memang untuk masyrakat miskin,” tegasnya.

“Kasihan kita warga kalau dibiarkan terus begini, balum lagi semua kebutuhan pokok sekarang kan naik,” tutupnya.

Diberitakan sebelumnya, warga di Luwu Timur keluhkan terkait mahalnya harga elpiji 3 kg, dimana per tabungnya bahkan menginjak harga Rp 35.000.

Hal tersebut diungkapkan seorang warga bernama Ummul (32) yang juga merupakan seorang pemilik UMKM. Menurutnya, tabung elpiji 3 kg tidak hanya mahal, melainkan langkah.

“Kalau kita bahas tabung 3 kg bertahun-tahunmi langkah, cuma ada moment yang kadang dia langkah sekali. Biasa kalau langkahmi tembus 30-35 per tabung di warung. Baru di pangkalan alasannya selalu habis,” ucapnya kepada Indeksmedia.id Sabtu (16/8/2025).

“Kalau saya pengetahuanku Het nya itu tabung sampai 22 ribu paling mahal, tapi tidak pernah pa ketemu pangkalan yang jual sesuai Het. Biasanya pangkalan jual di harga 23-25 ribu. Tapi karena langkah dan tidak tahu mungkin warga jadi semena-mena pangkalan,” jelasnya.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini

Maaf Untuk Copy Berita Silahkan Hubungi Redaksi Kami!