Gelar Rapat Bersama Dishub Palopo, Komisi B DPRD Soroti Maraknya Terminal Bayangan
PALOPO, INDEKSMEDIA.ID – Maraknya terminal bayangan yang muncul di sejumlah titik dalam wilayah Kota Palopo menjadi sorotan serius Komisi B DPRD Palopo.
Dalam Rapat Pembahasan Laporan Realisasi semester pertama dan prognosis 6 bulan APBD T.A 2025, yang digelar bersama Dinas Perhubungan (Dishub) pada Selasa (22/7/2025), anggota Komisi B DPRD Palopo, Siliwadi, menyoroti pentingnya ketegasan dalam menangani terminal bayangan.
“Itu akan mengurangi PAD. Kalau dia masuk terminal kan dia bayar karcis sehingga dapat meningkatkan PAD. Kemudian kalau dia masuk terminal, juga ini bisa mengurangi kemacetan dan menghidupkan tata tertib berlalu lintas supaya tidak semerawut,” kata Siliwadi.
Lebih lanjut, ia menyarankan agar Dishub tidak bekerja sendiri dalam penanganan ini. Ia mendorong adanya sinergi antarinstansi, khususnya dengan kepolisian lalu lintas, untuk penindakan yang lebih maksimal.
“Solusinya itu adalah melakukan koordinasi instansi terkait dalam hal ini Sat Lantas Polres Palopo yah, untuk menindak atau bagaimana caranya memikirkan sehingga terminal bayangan itu ditiadakan,” lanjutnya.
Dalam rapat tersebut, Kepala Dinas Perhubungan Kota Palopo, Andi Muzakkir, menyampaikan bahwa pihaknya telah memetakan sejumlah titik yang menjadi lokasi praktik terminal bayangan. Setidaknya ada empat titik yang sudah teridentifikasi dan kerap menjadi sumber kemacetan.
“Dari laporannya tadi itu ada empat (terminal bayangan). Lebang, Jalur dua, Binturu dan pasar lama,” ungkapnya.

Sementara itu mengenai langkah yang diambil, Kadis Perhubungan, Andi Musakkir menyebutkan bahwa Dishub saat ini tengah fokus menghitung kesiapan personel untuk melakukan pengalihan arus sebagai upaya awal penertiban.
“Untuk terminal bayangan, kami akan mencoba menghitung kemampuan personil dulu untuk bisa melakukan aktivitas pengalihan arus,” ujar Andi Musakkir.
Menurutnya, pengalihan arus menjadi langkah strategis sementara karena sejumlah titik kemacetan terjadi di lokasi yang juga menjadi tempat mangkal angkutan umum.
“Pada dasarnya memang pengalihan arus ji yang sementara kami lakukan karena yang kami antisipasi tadi itu karena ada titik tertentu tempat kemacetan yang pada dasarnya juga tempat mangkalnya mobil-mobil umum,” katanya.
Kendati demikian, pihaknya belum langsung melakukan tindakan tegas. Dishub masih perlu mengidentifikasi lebih jauh jenis kendaraan yang kerap menetap di titik-titik tersebut, apakah termasuk kendaraan umum atau pribadi.
“Kami harus kaji juga dulu alasannya mereka tinggal di titik itu seperti apa dan mobil yang tinggal itu mobil apa sebetulnya, apakah dia mobil angkutan umum atau pribadi?” lanjutnya.
Agar langkah-langkah yang diambil lebih terkoordinasi dan berdampak maksimal, Dishub juga akan menggandeng Satlantas Polres Palopo dalam pelaksanaan di lapangan.
“Kami juga akan koordinasi juga dengan sat lantas biar kami juga efektif, karena kalau kami sendiri yang turun itu tidak efektif,” jelasnya.
Di sisi lain, Muzakkir juga menjelaskan bahwa pihaknya memiliki visi jangka menengah untuk mengubah fungsi terminal secara menyeluruh. Ia menekankan bahwa terminal bukan hanya tempat naik turun penumpang, tetapi bisa dimanfaatkan sebagai rest area untuk masyarakat.
“Sekarang kan konsep terminal sekarang itu bukan hanya untuk menurunkan penumpang, tapi juga sebagai tempat rest area juga. Jadi secara umum orang juga bisa beristirahat di situ dan kedepannya kami akan konsep seperti itu, dan ini memang masih membutuhkan biaya,” bebernya.
Ia menambahkan bahwa peningkatan sarana dan prasarana terminal akan masuk dalam program pengembangan Dishub Palopo ke depan.
“Kondisi terminal kita ini juga mungkin akan diperbaiki sarana dan prasaranannya yang sudah minim, kemudian kami akan ubah konsepnya. Tidak hanya menurunkan penumpang tapi juga dijadikan sebagai rest area,” pungkasnya.





Tinggalkan Balasan