DPRD Palopo Soroti Pustu Sepi dan Ambulans Tak Jalan di Mungkajang Saat Reses
PALOPO, INDEKSMEDIA.ID – Pelayanan kesehatan di Kecamatan Mungkajang, Kota Palopo, kembali disorot. Anggota DPRD Palopo, Elizabeth RZ Mengke, menyoroti langsung kondisi sejumlah Pustu (Puskesmas Pembantu) yang dinilai tidak berfungsi maksimal saat dirinya turun langsung ke lapangan dalam rangka reses masa persidangan 2024–2025.
Dalam kegiatan Reses yang digelar pada Kamis (17/7/2025), Elizabeth mengaku menerima keluhan dari warga terkait Pustu yang kerap tidak ditempati tenaga kesehatan. Bahkan saat ia mengecek langsung, kondisi tersebut terbukti.
“Banyak masyarakat datang di Pustu tapi tenaga kesehatannya tidak ada. Dan ada pelayanan Pustu di Siguntu, saya melihat Pustu di Siguntu tertutup,” kata Elizabeth.
Ia menyayangkan fasilitas kesehatan yang sudah dibangun, namun tidak disertai dengan pelayanan yang layak. Menurutnya, tenaga medis harus menjadi prioritas di setiap fasilitas kesehatan.
“Tidak mungkin Pustu itu dibangun kalau tidak ada pelayan kesehatan. Pelayan kesehatan itu harga mati untuk masyarakat,” tegasnya.
Elizabeth menambahkan, saat ini pembangunan dan pengadaan Pustu sudah bisa didanai melalui Dana Alokasi Khusus (DAK). Ia berharap Pemkot Palopo memanfaatkan peluang ini untuk meningkatkan pelayanan kesehatan masyarakat.
“Dulu waktu masa saya, Pustu itu tidak diakomodir dana DAK. Tapi saat sekarang itu sudah diakomodir jadi mohon dibantu masyarakatnya,” ujarnya.
Tak hanya itu, ia juga mengkritik kondisi ambulans di Puskesmas yang tidak beroperasi karena alasan tidak adanya sopir. Menurutnya, alasan tersebut tidak bisa diterima mengingat pemerintah memiliki sumber dana untuk kebutuhan operasional.
“Terjadilah dan terulang lagi. Saya datang ke Latuppa tidak ada lagi buka. Kemudian sampai lagi ke Puskesmas, ambulans tidak beroperasi. Katanya tidak ada sopirnya. Padahal kita bisa pakai dana BOK,” tambahnya.
Di tempat yang sama, Kadis Kesehatan, Irsan Anugrah Menanggapi sorotan anggota DPRD Palopo Elizabeth RZ Mengke terkait pelayanan kesehatan di Puskesmas Pembantu (Pustu) dan fasilitas kesehatan lainnya. Ia menyebut, layanan dasar untuk masyarakat tetap menjadi prioritas dan dijamin pemerintah.
Menurut Irsan, seluruh pelayanan medis yang dibutuhkan masyarakat termasuk perawatan gigi, selama sesuai indikasi medis, ditanggung oleh BPJS Kesehatan.
“Semua yang dibutuhkan dalam pelayanan kesehatan. Selama itu masalah medis semua ditanggung BPJS kesehatan termasuk itu gigi palsu sepanjang pemasangannya sesuai kebutuhan kita,” ujarnya.
Irsan juga menjelaskan bahwa saat ini Kota Palopo memiliki jaringan fasilitas kesehatan yang cukup merata, baik milik pemerintah maupun swasta.
“Dari sebaran fasilitas kita ada 7 rumah sakit, 5 rumah sakit swasta dan 2 rumah sakit pemerintah,” jelasnya.
Ia menyebut, untuk pelayanan tingkat pertama, masyarakat bisa mengakses 12 Puskesmas yang tersebar di seluruh wilayah kota. Dan jika diperlukan, sistem rujukan akan diproses maksimal dalam waktu satu hari.
“Kalau ada keluarga yang butuh rujukan, kita siapkan waktu 1×24 jam,” jelasnya.
Menanggapi soal pelayanan yang hanya sampai siang hari, Irsan membenarkan bahwa jam operasional Puskesmas saat ini hanya hingga pukul 14.00 Wita. Namun ia memastikan pemerintah tetap hadir memberikan solusi alternatif bagi masyarakat.
“Kalau pelayanan di Puskesmas sekarang itu hanya sampai pukul 14.00 Wita. Tapi jangan ki khawatir, karena pemerintah kota Palopo sudah menyediakan fasilitas jemput antar,” pungkasnya.





Tinggalkan Balasan