Pria di Palopo Diduga Tewas Usai Terjatuh dari Menara Telekomunikasi

Gie

PALOPO, INDEKSMEDIA.ID – Seorang pria bernama Vicky Pratama Mangosa (31) ditemukan tewas di area menara telekomunikasi milik PT Sarana Menara Nusantara Tbk (Indosat) di Jalan Poros Pepabri, Kelurahan Buntu Datu, Kecamatan Bara, Kota Palopo.

Insiden itu terjadi pada Minggu (13/7/2025) sore. Korban diduga kuat melakukan bunuh diri dengan cara melompat dari atas menara. Saat ditemukan, korban sudah dalam kondisi tak bernyawa dengan luka parah.

Ia mengalami patah tulang pada kedua lengan atas dan paha, luka robek di pinggang kiri, serta memar di bagian wajah. Saksi mata, H. Baktiar (80), mengaku melihat seseorang memanjat menara sekitar pukul 16.00 Wita.

“Saya kira itu karyawan Indosat,” ujar Baktiar.

Namun, saat hendak menunaikan salat Asar, ia mendengar suara seperti ledakan dari arah menara. Saat dicek, ia menemukan tubuh korban sudah tergeletak di bawah.

Saksi lain, Steven (40), yang sedang bekerja di sekitar lokasi juga mendengar suara keras. Ia kemudian melihat seseorang sudah terjatuh di dalam area pagar menara.

Tim Inafis Polres Palopo tiba di lokasi dan mengevakuasi jasad korban sekitar pukul 17.00 Wita ke RS Sawerigading untuk proses identifikasi.

Ibu korban, Suriyati Batena, mengungkapkan bahwa anaknya memiliki riwayat gangguan jiwa dan pernah dirawat di RS Batara Guru, Kabupaten Luwu.

“Sekitar pukul 12.00 Wita, korban masih sempat makan siang. Rencananya siang itu juga mau dibawa berobat, tapi saat dicari, dia sudah tidak ada di rumah,” jelas Suriyati.

Kasi Humas Polres Palopo, Kompol Supriadi, membenarkan bahwa korban mengalami depresi berat. Diduga, korban masuk ke area menara melalui pintu yang tidak terkunci.

“Berdasarkan hasil interogasi terhadap keluarga, korban mengalami depresi berat,” kata Supriadi.

Ia menduga rencana pembawaan korban ke rumah sakit menjadi salah satu faktor yang memicu tindakan nekat tersebut.

“Rencana dibawa ke RS Batara Guru kemungkinan menjadi pemicu korban meninggalkan rumah dan nekat mengakhiri hidup dengan cara melompat dari menara,” imbuhnya.

Diketahui, saat ini jenazah korban telah dibawa ke kampung halaman di Siwa, Kabupaten Wajo, untuk dimakamkan. Keluarga menolak dilakukan autopsi dan telah menandatangani surat pernyataan resmi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini

Maaf Untuk Copy Berita Silahkan Hubungi Redaksi Kami!