Dugaan Pelecehan oleh Dokter RS Batara Guru di Luwu, Lima Saksi Diperiksa Polisi

Gie

LUWU, INDEKSMEDIA.ID – Kasus dugaan pelecehan seksual yang diduga dilakukan seorang dokter berinisial JHS di RSUD Batara Guru Belopa, Kabupaten Luwu, terus didalami polisi. Hingga saat ini, penyidik Polres Luwu telah memeriksa lima orang saksi dalam proses penyelidikan.

“Sejauh ini ada lima orang saksi yang telah kami periksa yang terdiri dari tiga orang saksi perawat dan dua orang saksi lain termasuk korban,” ungkap Kasat Reskrim Polres Luwu, AKP Jodi Dharma, Kamis (26/6/2025).

Kelima saksi tersebut memberikan keterangan terkait dugaan pelecehan terhadap korban berinisial AE (17) yang terjadi di ruang perawatan rumah sakit. Korban mengaku mengalami tindakan tidak senonoh saat dirawat.

“Sejauh ini kami telah memeriksa korban yaitu saudari AE dan memberikan keterangan dan merasa pada saat di ruangan dipeluk kemudian dicium keningnya dan mohon maaf, terlapor juga memegang bokongnya,” beber AKP Jodi.

Keterangan korban diperkuat oleh saksi lain yang mengaku melihat langsung keberadaan dokter JHS di ruang pasien tersebut.

“Hal itu juga dibenarkan kesaksian yang lain yang dilihat secara langsung bahwasanya dokter JHS ini memasuki ruangan tersebut,” jelasnya.

Meski laporan baru diterima dari satu korban, pihak kepolisian membuka ruang bagi siapa pun yang merasa mengalami kejadian serupa untuk segera melapor.

“Sejauh ini Polres Luwu baru menerima satu laporan terkait kasus tersebut. Namun tidak menutup kemungkinan kalau ada korban lain, kami persilakan untuk melapor juga,” tegasnya.

Penyidik juga masih menunggu kehadiran terlapor untuk memberikan klarifikasi. Surat undangan pun telah dilayangkan.

“Prosesnya masih dalam tahap penyelidikan dan kami juga masih menunggu dari pihak terlapor untuk datang. Sudah kami berikan undangan untuk dilakukan klarifikasi,” ujar Jodi.

Upaya pencarian alat bukti lain juga terus dilakukan, termasuk menelusuri rekaman CCTV di sekitar lokasi kejadian.

“Sejauh ini kita masih mencari alat bukti yang lain berupa rekaman CCTV yang mengarah kepada ruangan tersebut. Karena di ruangan tersebut tidak ada CCTV yang dipasang oleh pihak rumah sakit,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini

Maaf Untuk Copy Berita Silahkan Hubungi Redaksi Kami!