Viral Dokter Spesialis RSUD Luwu Lecehkan Pasien yang Masih Pelajar, Polisi Usut
LUWU, INDEKSMEDIA.ID – Seorang dokter spesialis bedah mulut di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Batara Guru Belopa, inisial JH dilaporkan kepihak kepolisian atas dugaan pelecehan seksual terhadap pasiennya sendiri yang masih berstatus pelajar. Kasus ini menjadi sorotan publik setelah informasi mengenai kejadian tersebut menyebar luas di sosial media.
Kasat Reskrim Polres Luwu, AKP Jody Dharma mengatakan insiden tersebut terjadi di Ruang Asoka 2 RSUD Batara Guru Belopa, Sabtu (21/6/2025) sekitar pukul 06.45 Wita.
Jody mengungkapkan, kejadian bermula ketika korban yang berusia 17 tahun saat itu masih sedang menjalani perawatan pasca operasi gigi.
“Awalnya, dokter bersama seorang perawat memeriksa korban dan menyampaikan bahwa korban diperbolehkan pulang hari itu,” kata Jody.
Jody menjelaskan, tak lama setelah keluar dari kamar pasien, terlapor kemudian kembali lagi masuk seorang diri ke ruang inap korban.
“Beberapa menit kemudian, terlapor kembali masuk ke ruangan tempat korban berada sendiri karena ibunya telah pulang ke rumah. Di dalam ruangan, terlapor mendekati korban dan menyatakan ingin lebih mengenal korban,” bebernya.
Setelah itu, dokter tersebut kemudian mencoba mengajak pasiennya berkenalan dan memberikannya sebatang coklat.
Sambung Jody, dokter kemudian diduga memeluk korban dan bahkan mencoba merabanya.
‘Terlapor kemudian memberikan cokelat merek SilverQueen, memeluk korban, mencium keningnya, serta diduga meraba bagian tubuh korban. Korban tidak melakukan perlawanan karena merasa takut dan panik,” jelasnya.
Jody menegaskan, pihaknya saat ini telah memulai pemeriksaan terhadap sejumlah saksi dan akan segera memanggil terlapor untuk dimintai keterangan.
“Kami masih dalam tahap pengumpulan bukti dan keterangan saksi. Jika terbukti, tentu akan kami proses sesuai hukum yang berlaku,” tambahnya.
Hingga berita ini terbit, pihak RSUD Batara Guru Belopa belum memberikan pernyataan resmi terkait laporan yang menyeret nama salah satu dokter spesialisnya. Sementara itu, publik mendesak agar pihak rumah sakit dan aparat penegak hukum bertindak tegas dan transparan.





Tinggalkan Balasan