Soal Santunan, PT BMS dan Pihak Almarhum Muh Iksan Miskomunikasi
PALOPO, INDEKSMEDIA.ID – PT BMS melalui Human Resources Development (HRD) Fahrul, angkat bicara.
Itu terkait adanya informasi menyangkut santunan dan Jaminan Hari Tua (JHT) almarhum Muh Iksan, salah satu karyawan PT BMS yang meninggal dunia akibat kecelakaan kerja, Mei 2025 lalu.
Fahrul menilai pihak perusahaan perlu meluruskan persoalan tersebut karena dianggap telah menyudutkan serta merugikan nama baik perusahaan.
Menurutnya, persoalan santunan serta JHT almarhum hanya miskomunikasi.
Dia menyebutkan pihak perusahaan dengan keluarga almarhum Muh Iksan tidak pernah putus komunikasi, bahkan juga mengaku selalu melakukan komunikasi intens bersama keluarga almarhum.
Hanya saja, adanya keterlambatan informasi yang diperoleh keluarga almarhum membuat sebagian keluarga lainnya tidak tahu menahu.
Setelah kembali dipertemukan tuk kesekian kalinya, akhirnya kedua bela pihak sepakat jika persoalan tersebut hanya miskomunikasi.
“Soal santunan kematian tenaga kerja, kami sudah menyampaikan langsung ke keluarga almarhum dan semua mengerti jika jumlahnya tidak bertambah. Begitupun dengan JHT almarhum, juga sudah diberikan, semoga kesalahpahaman ini lebih mempererat silaturahmi antara PT BMS dan keluarga almarhum Muh Iksan,” kata Fahrul, kepada Indeksmedia, Selasa (24/06/2025).
Ditemui di pelataran Masjid Agung Palopo, sambil menuak minuman dingin dan kopi, Fahrul meminta maaf kepada keluarga almarhum atas terjadinya miskomunikasi.
Begitupun dengan keluarga almarhum yang diwakili kuasa juga menyampaikan permohonan maaf atas kekeliruan yang terjadi beberapa hari terakhir.
“Insya Allah, kedepan kami selalu pihak PT BMS akan selalu terbuka baik kepada pihak keluarga almarhum maupun keluarga karyawan lainnya yang bermasalah. Kami tetap ingin silaturahmi tetap terjaga seperti pertama kali kasus ini terjadi,” tegas Fahrul.
Sementara itu, Irfan selalu kakak almarhum Muh Iksan, juga menyampaikan permohonan maaf kepada PT BMS karena adanya miskomunikasi.
“Iye, saya mewakili keluarga dan PT BMS sama-sama sudah menyampaikan permohonan maaf, semoga kedepan hubungan kekeluargaan seperti ini terus berlangsung,” tutup pria yang akrap dipanggil Addang.





Tinggalkan Balasan