Dokter di Luwu Diduga Lakukan Pelecehan Seksual, Polisi Selidiki
LUWU, INDEKSMEDIA.ID – Viral di media sosial, Seorang dokter spesialis berinisial dr. JHS yang bertugas di salah satu rumah sakit di Kabupaten Luwu dilaporkan atas dugaan pelecehan seksual terhadap salah satu pasiennya yang masih berumur 17 tahun. Kasus ini kini dalam proses penyelidikan oleh Polres Luwu.
Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasat Reskrim) Polres Luwu, AKP Jhody Darma, membenarkan bahwa pihaknya telah menerima laporan awal terkait kasus tersebut. Ia menyampaikan bahwa langkah-langkah awal telah dilakukan untuk menindaklanjuti laporan tersebut sesuai prosedur.
“Dapat kami sampaikan bahwa saat ini Polres Luwu melalui Satuan Reserse Kriminal telah menerima laporan awal terkait peristiwa tersebut,” ujar AKP Jhody Darma saat dikonfirmasi, Selasa (24/6/2025).
Ia menjelaskan bahwa saat ini pihak kepolisian tengah melakukan klarifikasi terhadap sejumlah pihak yang terkait dalam laporan, baik dari sisi pelapor maupun terlapor.
“Kami tengah melakukan klarifikasi terhadap pihak-pihak terkait, baik korban maupun terlapor, guna memperoleh keterangan yang objektif dan menyeluruh,” jelas Jhody.
Jhody menegaskan bahwa Polres Luwu akan menangani perkara ini dengan menjunjung tinggi prinsip profesionalisme, kehati-hatian, serta tetap mengedepankan asas praduga tak bersalah.
“Setiap penanganan perkara akan dilakukan secara profesional dan proporsional, dengan tetap menjunjung tinggi asas praduga tak bersalah serta memberikan perlindungan hukum kepada semua pihak yang berkepentingan,” tegasnya.
Sebagai bentuk komitmen terhadap transparansi dan akuntabilitas, pihak kepolisian memastikan bahwa perkembangan kasus ini akan disampaikan kepada publik melalui saluran resmi institusi kepolisian.
“Polres Luwu berkomitmen untuk menangani perkara ini secara transparan dan akuntabel, dan setiap perkembangan akan kami sampaikan melalui saluran resmi institusi,” imbuhnya.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada pernyataan resmi terkait status hukum terlapor. Proses klarifikasi dan pendalaman kasus masih terus berlangsung.





Tinggalkan Balasan